Nasional

Banjir Bandang dan Longsor Hantam Permukiman, Pdt. M. Nainggolan Salurkan Bantuan

225
×

Banjir Bandang dan Longsor Hantam Permukiman, Pdt. M. Nainggolan Salurkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
Longsor

TAPANULI SELATAN, ONtime.ID — Bencana banjir bandang dan longsor kembali mengancam wilayah hunian di sejumlah titik perbukitan di Tapanuli Selatan. Akibat kondisi cuaca ekstrem yang tak kunjung mereda, jemaat dari Gereja GPDI Lombadolok serta GPDI Dolok Tapalan terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dari ancaman longsor susulan.

Konfirmasi kondisi darurat ini diperkuat melalui rekaman video dan foto yang dibagikan oleh seorang warga bernama E. Mendofa, yang memperlihatkan proses evakuasi warga ke lokasi yang dinilai lebih aman. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat warga bergegas meninggalkan rumah mereka di tengah munculnya retakan tanah dan pergeseran kontur perbukitan yang semakin meluas.

Di wilayah Lombadolok, perkampungan yang terletak di kontur perbukitan menunjukkan tanda-tanda awal longsor yang semakin jelas. Retakan tanah terlihat di beberapa titik, memaksa warga untuk mengungsi secara mandiri. Jemaat kemudian membangun pos pengungsian darurat dan memperbaiki area tersebut dengan fasilitas seadanya sebagai tempat berlindung sementara.

Situasi serupa juga terjadi di wilayah GPDI Dolok Tapalan, Kelurahan Tapian Nauli. Jemaat di daerah itu telah mengungsi sejak 27 November 2025, setelah hampir seluruh jalan dan pemukiman menunjukkan potensi longsor. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah karena khawatir kawasan tempat tinggal mereka tidak lagi aman untuk dihuni.

Pdt. M. Nainggolan Turun Langsung Bawa Bantuan Pangan

Di tengah situasi darurat tersebut, kepedulian muncul dari Kota Padangsidimpuan. Pdt. M. Nainggolan, datang langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan dukungan moral dan bantuan berupa bahan makanan bagi jemaat yang terdampak bencana.

Kehadiran Pdt. Nainggolan di tengah jemaat menjadi bentuk empati dan solidaritas bagi warga yang kehilangan rumah serta akses kehidupan sehari-hari akibat bencana.

Dalam kunjungannya, Pdt. Nainggolan juga menyampaikan pesan penguatan spiritual bagi jemaat yang sedang menghadapi masa sulit. Ia mengajak warga untuk tetap tegar dan menjaga harapan.

“Saya mengimbau seluruh warga jemaat yang terancam musibah, terlebih yang sudah kehilangan keluarga dan rumah, agar tetap semangat dan memperkuat doa. Tuhan tidak tinggal diam. Ia akan memulihkan keadaan menjadi lebih baik ketika kita tetap beriman,” ujar Pdt. Nainggolan.

Hingga kini, warga dari dua wilayah gereja masih bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu situasi cuaca kembali stabil dan ancaman longsor mereda. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, perlengkapan tidur, dan fasilitas darurat masih menjadi hal yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Warga berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait untuk penanganan darurat serta pemulihan pascabencana. (Asa Z Hulu)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID