Kab. Padang Pariaman

Batik Jajak Lilin Parit Malintang  Mulai Diminati

258
×

Batik Jajak Lilin Parit Malintang  Mulai Diminati

Sebarkan artikel ini
Jajak
Batik Jajak Lilin mendapatkan penghargaan dari Pemkab Padang Pariaman saat ulang tahun daerah itu 11 Januari 2023 lalu.

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID– Usaha Batik Jajak Lilin Parit Malintang milik pemuda setempat, Jonedi (32) mulai diminati masyarakat bahkan sudah dikirim ke luar daerah seperti ibu kota Jakarta.

“Untuk pemasarannya sudah sampai di Jakarta. Terakhir kami juga mengirim empat helai batik dalam pameran Batik di Yayasan Batik Indonesia (YBI),” ujar ujar Jon panggilan akrabnya kepada ONtime.ID , Rabu (13/9).
Sementara untuk harga batik tersebut perhelainya berkisar Rp300 ribu bahkan ada yang Rp1 juta selendang yang bermotif batik.
Ia menjelaskan, berawal dari mengikuti pelatihan di Balai Diklat Industri (BDI) Padang selama 18 hari. Kemudian dia bersama dengan temannya mencoba membuka usaha ini.
“Saya memulai membuka usaha ini pada tahun 2020. Sebelumnya pada tahun 2019, saya mengikuti pelatihan kemudian memberanikan diri membuka usaha ini,” katanya.
Dia menambahkan, untuk pembuatan Batik Jajak Lilin tersebut bisa berbulan-bulan, bahkan setahun tergantung penggunaan motif yang digunakan.
“Kalau motif simpel, hanya memakan waktu dua hari selesai. Tetapi kalau menggunakan motif full, akan memakan waktu berbulan bahkan setahun,” ujarnya.
Ia menyebutkan kerena usahanya masih baru dijalani, dalam sebulan baru menerima orderan tiga hingga empat helai  jenis batik tulis. Kalau batik cap, masih dalam proses.
Selain itu dia memasarkan melalui media sosial Instagram @batikjajaklilin dan whatsapp 081363070118 dan juga ikut dalam pameran-pameran.
“Kami berharap, ada dukungan dari pemerintah sehingga masyarakat bisa tertarik untuk mengembangkan batik,” Ungkanya. Pada ulang tahun Padang Pariaman, 11 Januari 2023 Batik Jajak Lilin mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pariaman.
“Saya berterima kasih kepada Bupati Suhatri Bur yang telah memperhatikan usaha Batik Jajak Lilin ini,” Kata Jon.  Nama Jajak Batik Lilin Parit Malintang ini diambil karena bahannya menggunakan lilin Panas.
“Batik ini dibuat mengunakan lilin panas, setelah di warnai, motif lilin itu tinggal pada kain. Jajak itu berarti tinggal pada kain,” Ujar Jon menjelaskan.
Sementara itu Ketua Karang Taruna Parit Malintang, Devis Zakra Dano, S.H memberi apresiasi atas kreativitas anak muda dalam bidang batik ini.
“Kita sangat bangga dengan Ajo Jon pemuda Parit Malintang ini, sudah bisa membuka lapangan kerja sendiri dengan membuat Batik Jajak Lilin,” ujar Devis.
Ia menambahkan, agar pemerintah dan Perantau Parit Malintang agar membantu Usaha Batik Jajak Lilin ini berkembang, jumlah produksi meningkat dan bertambahnya lapangan pekerjaan. (vand)