Padang

BPBD Rutin Cek Alat Deteksi Tsunami

327
×

BPBD Rutin Cek Alat Deteksi Tsunami

Sebarkan artikel ini
BPBD
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Padang Basril saat meninjau Pusdalops Kota Padang beberapa waktu lalu.

PADANG, ONTIME.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memastikan alat deteksi dini tsunami atau Early Warning System (EWS) yang telah terpasang di sejumlah lokasi di Kota Padang masih berfungsi dengan baik.

 

Kepala BPBD Kota Padang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Basril mengatakan, pengecekan dan perawatan unit alat EWS, selama ini terus dilakukan oleh pihaknya secara rutin dan berkala.

 

“Iya, kondisi alat EWS terus kita cek sebanyak dua kali yaitu setiap tanggal 13 dan  26 setiap bulannya. Pengecekan bertujuan untuk memastikan setiap peralatan deteksi dini yang telah ada berfungsi dengan baik jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujarnya kepada ONTIME.ID Rabu (14/12).

 

Basril menjelaskan, saat ini telah terpasang 25 unit alat deteksi dini tsunami di sejumlah titik keramaian yang bersisian langsung dengan bibir pantai di Kota Padang, diantaranya terdapat di Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara dan Koto Tangah

 

Alat deteksi dini tsunami tersebut, menurutnya terhubung langsung ke tower Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang terdapat di Kantor BPBD Kota Padang.

 

“Jika sewaktu-waktu terjadi gempa yang berpotensi tsunami, EWS akan langsung mengirimkan sinyal ke pusat kendali pusdalops untuk selanjutnya ditindak lanjuti oleh petugas yang berjaga, dengan cara menekan satu tombol kendali yang akan menyalakan serentak sirine peringatan dini di semua alat EWS yang ada di Kota Padang,” ungkapnya.

 

Ia juga menyebut, jumlah alat EWS yang telah terpasang di sejumlah kawasan rawan bencana di Kota Padang saat ini masih terbilang memadai untuk mencover wilayah Kota Padang yang padat penduduk.

 

Sedangkan mengenai infrastruktur penunjang kesiap siagaan dan mitigasi bencana lainnya seperti shelter perlindungan tsunami, menurut dia telah ada 3 shelter yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk berlindung bagi masyarakat

 

“Shelter tsunami kita ada di Ulak Karang dekat kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Parupuk Tabing dekat Masjid Babussalam dan satu lagi di dekat DAMRI yang pengelolaannya diserahkan kepada kelurahan setempat,”katanya.

 

Mengingat begitu penting dan besarnya manfaat shelter sebagai tempat evakuasi sementara bagi para penduduk sekitar jika sewaktu-waktu terjadi bencana, Basril mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan tidak merusak shelter dan fasilitas siaga bencana yang telah ada.

 

“Shelter itu bukan untuk kami BPBD, namun itu kebutuhan kita semua jika terjadi bencana. Jangan dirusak dan mari kita jaga bersama-sama demi keselamatan bersama,”ujarnya. (*/red).