SIBERUT UTARA, ONtime.ID — Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana meninjau langsung penanganan kedaruratan bencana banjir yang melanda wilayah Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, serta sejumlah desa lain yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Mentawai, Kepala Dinas Sosial, Polsek, Koramil, Tagana dan Basarnas sebagai bagian dari upaya percepatan respons pemerintah daerah terhadap situasi darurat dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Kunjungan lapangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran, mengingat banjir telah merendam pemukiman warga, fasilitas umum, dan lahan produktif.
Bupati Rinto Wardana bersama tim BPBD dan Dinas Sosial langsung bergerak menuju beberapa titik banjir untuk mengamati kondisi terkini. Ia memantau area yang mengalami genangan paling parah, termasuk pemukiman padat penduduk, jalur transportasi desa, serta lokasi yang sebelumnya menjadi titik pengungsian dadakan warga.
Dalam tinjauannya, Bupati berdialog dengan masyarakat yang terdampak, mendengarkan kebutuhan paling mendesak, serta meninjau kesiapan aparat desa dan relawan lokal dalam mengelola situasi darurat. Respons cepat ini dilakukan untuk memastikan bahwa distribusi bantuan, evakuasi warga rentan, dan upaya tanggap awal dapat dilakukan secara efisien.
“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan terarah. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Rinto Wardana dalam kesempatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga akan menyiapkan langkah pemulihan setelah banjir surut.
BPBD Mentawai sejak awal telah berada di lapangan untuk melakukan asesmen dampak, mengerahkan personel, serta mendistribusikan logistik kedaruratan. Kalaksa BPBD yang turut mendampingi Bupati menjelaskan bahwa tim sudah berada di beberapa desa terdampak untuk memantau peningkatan debit sungai, mendata infrastruktur terdampak, dan menyiapkan jalur evakuasi bila intensitas hujan kembali meningkat.
BPBD juga telah mengaktifkan komunikasi cepat dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan informasi bencana tersampaikan secara real time. Langkah ini penting mengingat kondisi geografis Siberut Utara yang memiliki beberapa kawasan rawan banjir dan sulit dijangkau saat cuaca buruk.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menginstruksikan BPBD untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, dan memastikan seluruh petugas tanggap darurat berada dalam keadaan siaga penuh.
Salurkan Bantuan Sembako untuk Keluarga Terdampak
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, mie instan, gula, air minum, dan beberapa kebutuhan dasar lain yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi banjir, agar warga yang terdampak dapat segera menerima kebutuhan pangan tanpa harus berpindah ke lokasi distribusi yang jauh. Kepala Dinas Sosial menegaskan bahwa bantuan ini bersifat sementara, dan pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh keluarga terdampak mendapatkan dukungan yang merata.
Bupati juga menekankan bahwa bantuan tidak berhenti pada tahap pembagian sembako. Pemerintah daerah, katanya, akan melanjutkan bantuan sesuai perkembangan kondisi lapangan, termasuk penanganan pasca banjir seperti pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas publik, hingga layanan dukungan psikososial bila diperlukan.
Dalam pernyataannya, Bupati Rinto Wardana kembali mengingatkan seluruh masyarakat Mentawai untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan cuaca ekstrem. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat sistem mitigasi bencana, mempercepat perbaikan infrastruktur rawan banjir, serta memperluas edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan dini.
Pemerintah daerah juga direncanakan akan menggelar evaluasi pasca kejadian untuk memetakan akar masalah banjir yang berulang, termasuk kondisi sungai, drainase desa, serta kawasan yang perlu penanganan khusus melalui program jangka panjang.
“Kami tidak hanya ingin hadir saat bencana terjadi, tetapi juga ingin memastikan solusi jangka panjang agar kejadian serupa dapat diminimalkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk bekerja bersama perangkat desa dan masyarakat dalam membangun sistem mitigasi yang lebih baik,” tegas Bupati.
Warga yang ditemui Bupati mengaku merasa terbantu dan mendapat ketenangan setelah menerima kunjungan langsung dari pemerintah daerah. Mereka berharap bantuan dapat terus mengalir hingga kondisi benar-benar pulih, khususnya bagi keluarga yang rumahnya terendam parah dan kehilangan sumber penghasilan sementara. (Luther)













