PADANG, ONtime.ID – Kepengurusan baru Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026). Pengukuhan tersebut menandai dimulainya arah baru pengembangan koperasi di Sumatera Barat dengan menitikberatkan pada transformasi digital, ekonomi hijau, dan penguatan daya saing di tengah perubahan ekonomi global.
Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, SH., MH., menegaskan bahwa koperasi tidak lagi dapat bertumpu pada pola pengelolaan konvensional. Menurutnya, perubahan teknologi, dinamika pasar, dan tuntutan keberlanjutan mengharuskan koperasi beradaptasi agar tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
“Koperasi harus mampu bertransformasi menjadi organisasi ekonomi yang modern, profesional, adaptif terhadap teknologi, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai gotong royong yang menjadi jati dirinya,” ujar Gun Sugianto usai pengukuhan.
Ia menjelaskan, kepengurusan baru membawa visi menjadikan Dekopinwil sebagai penggerak utama ekosistem koperasi yang terintegrasi, terdigitalisasi, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dekopinwil Sumatera Barat menetapkan tiga agenda strategis yang akan menjadi fokus pelaksanaan program kerja selama lima tahun ke depan.
Pilar pertama adalah modernisasi ekosistem koperasi, melalui percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola organisasi, serta penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan agar koperasi mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Pilar kedua berupa penguatan kemitraan, dengan membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat jejaring antarkoperasi, serta memperluas peluang pembiayaan bagi koperasi melalui kerja sama dengan berbagai lembaga dan dunia usaha.
Sementara pilar ketiga adalah sinergi lintas sektor, yaitu memperkuat kolaborasi antara Dekopinwil dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan koperasi.
Menurut Gun Sugianto, kolaborasi menjadi faktor penting agar koperasi tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
“Kami ingin membangun koperasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Legalitas kepengurusan Dekopinwil Sumatera Barat periode 2025–2030 diperkuat melalui Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia Pusat Nomor SK-023.A-DEKOPIN-E-11-2025, yang menjadi dasar pelaksanaan seluruh program organisasi.
Dalam menjalankan roda organisasi, Gun Sugianto didampingi jajaran pimpinan yang membidangi berbagai sektor strategis.
Tahan Budiman, S.E., M.M. dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan. Bidang Pendidikan dan Pelatihan dipimpin Dr. Eka Mariati, sedangkan Bidang Pengembangan Usaha, Ekonomi Kreatif, dan Kearifan Lokal dikomandoi Dr. Brila Sahdidi.
Adapun Bidang Hubungan Kerja Sama Antarabangsa, Industri, dan Perdagangan dipimpin Dr. H. Rony Mulyani, yang diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama koperasi Sumatera Barat hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah, sekaligus mempercepat adaptasi terhadap perkembangan teknologi, transformasi ekonomi digital, dan tuntutan pasar global.
Dengan struktur organisasi yang baru dan arah kebijakan yang lebih adaptif, Dekopinwil Sumatera Barat menargetkan lahirnya koperasi-koperasi yang sehat, profesional, inovatif, serta mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.
Transformasi tersebut juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan gerakan koperasi di Ranah Minang, sehingga koperasi tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi mampu berkembang sebagai institusi ekonomi modern yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi Sumatera Barat secara berkelanjutan. (JR Pratama)













