Kriminal

Diduga Lecehkan Staff Kantor, Oknum Wali Nagari Dilaporkan ke Polisi

593
×

Diduga Lecehkan Staff Kantor, Oknum Wali Nagari Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini
lecehkan
Diduga Lecehkan Staff Kantor, Oknum Wali Nagari Dilaporkan ke Polisi

LIMAPULUH KOTA, ONTIME.ID—PI (26), gadis asal Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota menangis saat mendatangi Mapolres Limapuluh Kota pada Minggu (20/11) siang.

Kedatangan gadis berparas cantik itu didampingi oleh pihak keluarga untuk melaporkan YN, oknum Wali Nagari Limbanang ke petugas kepolisian setempat. Ia melaporkan YN atas dugaan pelecehan seksual.

Kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolres Limapuluh Kota, PI mengaku dirinya masih trauma usai peristiwa buruk yang dilakukan oleh YN. “Kejadian di kantor, di ruangan Pak Wali,” ujar PI.

Ia mengatakan, kejadian berawal pada 11 November lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, PI yang merupakan staff di kantor Nagari Limbanang dipanggil oleh YN ke ruangannya.

“Saya dipanggil Pak Wali ke ruangannya untuk memasangkan pin di dada Pak Wali. Tanpa rasa curiga saya ke ruangannya dan memasangkan pin di sebelah dada kirinya. Saat itu, hanya kami berdua di dalam ruangan. Sedangkan, di luar ada staff kantor lain. Kemudian YN malah memegang pundak saya dan hendak mencium saya. Saya pun kaget, terkejut, dan langsung bergegas ke luar ruangan,” ujar PI.

Usai mengalami peristiwa pahit itu, PI menceritakan perilaku YN kepada temannya sesama staff kantor serta kepada sekretaris nagari setempat termasuk ke pihak keluarga. Atas kejadian itu, PI menjadi ketakukan dan trauma. Sejak kejadian itu, PI sering murung dan menangis.

Bahkan, dirinya mengundurkan diri bekerja sebagai staff di kantor Nagari Limbanang tersebut. Atas dukungan banyak pihak, PI akhirnya memberanikan diri melaporkan perbuatan oknum wali nagari tersebut ke Mapolres Limapuluh Kota.

Sementara, YN ketika dikonfirmasi mengaku tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan oleh PI. YN mengatakan, itu ada kaitannya dengan unsur politik. Tetapi YN tidak menjelaskan secara detail unsur politik yang dimaksud. YN juga mengaku sudah mendatangi rumah orang tua PI untuk menjelaskan kronologi kejadian kepada pihak keluarga.

“Itu tidak ada itu, hanya unsur politik. Saya sudah mendatangi rumahnya dan bertemu pihak keluarga,” kata YN. (*/red)