PADANG, ONtime.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun budaya keselamatan berkendara melalui kampanye POLANTAS PRESISI HADIR MENUJU INDONESIA MAJU.
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat pesan disiplin dan kesabaran di jalan raya.
Kampanye ini tidak sekadar seremonial. Ditlantas mengajak masyarakat Sumatera Barat menjadikan ibadah puasa sebagai refleksi sikap saat berkendara: menahan emosi, mematuhi aturan, dan menghormati sesama pengguna jalan.
[irp posts=”34337″ ]
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Reza Chairul Akbar Sidiq, menekankan bahwa nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam perilaku berlalu lintas.
“Puasa dan jalan raya itu sama-sama melatih kesabaran. Di bulan Ramadan, kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus sabar dan disiplin saat berkendara. Keduanya adalah ladang pahala jika dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurutnya, intensitas aktivitas masyarakat cenderung meningkat selama Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Lonjakan mobilitas tersebut berpotensi memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan kedisiplinan.
“Kami mengimbau pengendara untuk patuh pada aturan, menjaga kecepatan, dan saling menghormati. Keselamatan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga tanggung jawab sosial,” tegasnya.
[irp posts=”34334″ ]
Uda Lalin dan Uni Lalin Turun Langsung
Dalam pelaksanaan kampanye, Ditlantas menghadirkan figur edukatif yang dikenal masyarakat, yakni Uda Lalin dan Uni Lalin. Keduanya aktif menyosialisasikan pesan keselamatan dengan pendekatan persuasif dan bahasa yang dekat dengan kultur Minangkabau.
Melalui kegiatan di ruang publik dan interaksi langsung dengan pengendara, mereka menekankan bahwa mengendalikan emosi di tengah kemacetan merupakan bagian dari pengamalan ibadah puasa.
“Kesabaran saat mengemudi adalah manifestasi nyata dari ibadah puasa yang kita jalani,” ungkap salah satu petugas saat kegiatan sosialisasi.
Pendekatan humanis tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bukan hanya pada tataran kepatuhan hukum, tetapi juga kesadaran moral dan spiritual.
[irp posts=”34330″ ]
Disiplin sebagai Budaya, Bukan Paksaan
Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa program POLANTAS PRESISI tidak berhenti pada imbauan musiman. Tujuannya adalah membentuk budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sadar aturan, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan spiritual tinggi. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan budaya,” kata Kombes Pol Reza.
Dengan mengintegrasikan pesan religius dan keselamatan publik, Ditlantas berharap Ramadan menjadi titik balik pembentukan karakter pengendara yang lebih sabar, tertib, dan bertanggung jawab.
Di tengah tingginya mobilitas selama bulan suci, pesan yang dibawa jelas: jalan raya bukan arena pelampiasan emosi, melainkan ruang bersama yang menuntut kedewasaan dan kepedulian. Keselamatan, pada akhirnya, adalah bentuk ibadah yang nyata. (*)
[irp posts=”34327″ ]













