PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID — Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman melakukan pembinaan 10 sekolah Adiwiyata untuk tingkat kabupaten.
Kepala Bidang Penaatan Penataan Peningkatan Kapasitas, DLHPKPP Kabupaten Padang Pariaman, Yulia Kritina Dewi, SH, mengatakan, tahun ini tidak ada sekolah Adiwiyata yang diusulkan untuk tingkat Provinsi, Nasional, maupun Mandiri.
“Pengusulan sekolah Adiwiyata itu berjenjang, mulai dari Kabupaten, lalu tahun besoknya diusulkan untuk Provinsi, Nasional dan Mandiri,” ujar Yulia Kritina Dewi, SH, kepada ONtime.ID di Ruang Kerjanya, Parit Malintang, Senin (22/4).
Untuk itu, ia meminta agar pihak sekolah untuk melengkapi dokumen-dokumen agar mendapatkan sekolah Adiwiyata.
“Untuk pengajuan usulan perpanjangan penghargaan, hanya kepada sekolah yang telah mendapatkan Adiwiyata tingkat kabupaten, usulan itu dapat dikirim dan ditujukan kepada Kepala Dinas LHPKPP Kabupaten Padang Pariaman” kata Yulia.
Ia menjelaskan, pada tahun 2022 lalu, melalui edaran Kementerian Lingkungan Hidup, dinas telah menyurati sekolah yang telah mendapatkan Adiwiyata Kabupaten dan Provinsi untuk mendaftarkan kembali. Namun karena suasana pemulihan dari Covid tidak ada yang mendaftarkan sekolah Adiwiyata.
Sesuai dengan Permen LHK 53/2019 bahwa sekolah yang berstatus Adiwiyata setiap empat tahun sekali harus melakukan registrasi atau perpanjangan.
Selambat-lambatnya tiga bulan sebelum habis masa berlaku penghargaan Adiwiyata, sekolah diharuskan mengajukan usulan perpanjangan penghargaan sesuai dengan jenjangnya.
“Akhirnya sekolah-sekolah yang telah mendapatkan Adiwiyata tidak mengajukan perpanjangan tersebut didiskualifikasi,” ujarnya.
Kemudian tahun 2023 karena ada lima sekolah yang mendapatkan Adiwiyata tingkat kabupaten, DLHPKPP Padang Pariaman kemudian mengusulkan untuk tingkat Provinsi, namun sekolah itu tidak lolos.
Lebih lanjut, Afni menyampaikan, sekolah di Padang Pariaman pernah mendapatkan Adiwiyata tingkat nasional bahkan mandiri tahun 2015 yakni SMA 1 Lubuk Alung dan SD di Nan Sabari.
Ia juga mengatakan, Adiwiyata merupakan sebuah penghargaan atas keberhasilan sekolah dalam melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup sekolah.
“Untuk itu, DLHPKPP Kab Padang Pariaman tetap melakukan pembinaan pada sekolah-sekolah yang ingin terus menjadi sekolah Adiwiyata berikutnya,” ujar dia. (vand)













