Kab. Padang Pariaman

Dosen UBH Latih Guru Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di Padang Pariaman

104
×

Dosen UBH Latih Guru Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Guru
Dosen UBH Latih Guru Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID – Suasana antusias dan semangat terlihat jelas dalam pelaksanaan pelatihan penguatan literasi dan numerasi yang diadakan di SMAN 1 Ulakan Tapakis, Selasa, 5 Agustus 2025.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali guru dengan pemahaman yang kuat tentang pentingnya literasi dan numerasi dalam proses pembelajaran. Strategi dan materi yang disampaikan dalam pelatihan difokuskan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas secara efektif dan menyenangkan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PKM, Dr. Sukma Netti serta Ketua prodinya Dr.Yusri Wahyuni, juga Jurusan Pendidikan Matematika UBH, Dr. Sri Mulyani bersama delapan orang dosen dari tim pengabdian. Para peserta pelatihan, yang terdiri dari guru-guru SMAN 1 Ulakan Tapakis, tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam penjelasannya, pihak penyelenggara memaparkan bahwa pelatihan ini dirancang dengan empat tujuan utama. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep literasi dan numerasi, termasuk ruang lingkup dan urgensinya dalam proses pembelajaran. Kedua, membekali guru dengan keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang berbasis literasi dan numerasi.

Ketiga, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan. Keempat, menyiapkan siswa agar memiliki fondasi kuat dalam literasi dan numerasi, sebagai bekal keberhasilan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Zulieni, salah satu pemateri pelatihan, menyampaikan bahwa materi yang diberikan mencakup pemahaman menyeluruh terhadap konsep literasi dan numerasi.

“Literasi dipahami sebagai kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menggunakan konsep matematika dasar dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga menambahka, strategi dan metode yang diperkenalkan dalam pelatihan dirancang agar mudah diterapkan dalam berbagai mata pelajaran.

“Berbagai pendekatan pembelajaran diberikan agar guru dapat langsung mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam kelas masing-masing,” ujarnya.

Selain materi konseptual, kata dia, pelatihan juga menitikberatkan pada penyusunan bahan ajar yang relevan dan penggunaan media pembelajaran yang mendukung. Pelaksanaan asesmen formatif dan sumatif turut dijelaskan sebagai sarana untuk memantau perkembangan siswa dalam dua aspek penting tersebut.

Zulieni menegaskan, bahwa manfaat pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga berdampak signifikan pada siswa. Siswa akan lebih terbiasa berpikir kritis, logis, dan analitis.

“Hal ini akan meningkatkan pencapaian akademik serta membangun budaya literasi dan numerasi yang lebih kuat,” imbuh dia. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID