PARIWARA

Enam Jembatan Diresmikan di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Prioritas Infrastruktur

157
×

Enam Jembatan Diresmikan di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Prioritas Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Jembatan
Enam Jembatan Diresmikan di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Prioritas Infrastruktur

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Di tengah tekanan kebijakan efisiensi anggaran yang berlangsung sejak 2025 hingga 2026, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tetap menunjukkan keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui peresmian enam jembatan strategis yang tersebar di sejumlah kecamatan, Jumat (10/04/2026).

Peresmian dipusatkan di Jembatan Kampung Tanjung, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan—akses vital yang sebelumnya terputus selama bertahun-tahun dan menjadi hambatan utama mobilitas warga.

Lima jembatan lain yang turut diresmikan meliputi Jembatan Padang Maduang dan Jembatan Koto Sungai Pingai di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Jembatan Tanjuang Dama di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Jembatan Kampung Tangah di Kecamatan Lubuk Alung, serta Jembatan Kubu di Kecamatan Ulakan Tapakis. Total anggaran pembangunan keenam jembatan tersebut mencapai Rp3,98 miliar.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal.

“Dalam situasi efisiensi dan pemotongan transfer pusat, kami tetap memprioritaskan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Jembatan adalah urat nadi yang menghubungkan aktivitas ekonomi, sosial, dan keseharian warga,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian besar jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat bahkan putus akibat bencana dalam kurun tiga hingga lima tahun terakhir. Kini, seluruhnya telah dibangun kembali dan siap dimanfaatkan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga pemulihan akses dan harapan masyarakat yang sempat terputus.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap menjaga keseimbangan fiskal di tengah tekanan anggaran. Untuk tahun 2026, sekitar Rp90 miliar Dana Alokasi Umum (DAU) telah disiapkan guna mendukung pembangunan infrastruktur di 17 kecamatan, mencakup jalan, jembatan, hingga jaringan irigasi.

“Pembangunan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Ini bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” tegasnya.

Selain itu, kondisi keuangan daerah dipastikan tetap stabil. Pemerintah menjamin pembayaran gaji aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, pendidik, hingga PPPK berjalan tanpa kendala.

Di sisi lain, penanganan infrastruktur rusak akibat bencana terus diupayakan melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebagai langkah cepat, pembangunan jembatan darurat seperti Bailey juga disiapkan, termasuk di kawasan Anduriang dengan dukungan aparat.

Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menyebut capaian ini menunjukkan kemampuan daerah untuk tetap bergerak di tengah keterbatasan.

“Di saat beberapa daerah mengalami stagnasi pembangunan, Padang Pariaman tetap hadir membangun, khususnya pada infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabencana,” katanya.

Apresiasi datang dari tokoh masyarakat Gasan Gadang, Hasan Basri Dt Rang Kayo, yang menyebut Jembatan Kampung Tanjung sebagai akses krusial yang menghubungkan wilayahnya dengan Sungai Geringging setelah terputus sekitar enam tahun.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung jalan, tetapi penghubung kehidupan masyarakat kami,” ungkapnya.

Peresmian turut dihadiri anggota DPRD Hengki Irawan, jajaran pemerintah daerah, serta unsur kecamatan, nagari, dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda resmi beroperasinya seluruh jembatan.

Menutup rangkaian acara, Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Infrastruktur ini milik bersama. Menjaganya adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID