PARIWARA

JKA Instruksikan Percepatan Penanganan Infrastruktur Pascabencana di Padang Pariaman

149
×

JKA Instruksikan Percepatan Penanganan Infrastruktur Pascabencana di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Putar Roda
JKA Instruksikan Percepatan Penanganan Infrastruktur Pascabencana di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) kembali turun langsung ke lapangan melalui program “Putar Roda” atau Jemput Aspirasi Dorong Pembangunan Daerah, Kamis (14/5/2026).

Namun di balik agenda yang dikemas sebagai kunjungan kerja itu, satu fakta mencolok kembali terbuka: masih banyak infrastruktur dasar di Padang Pariaman yang rusak parah dan belum tertangani maksimal pascabencana.

Didampingi sekitar 52 pengendara motor yang terdiri dari Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD, Direktur PDAM, Ketua Baznas, camat hingga staf pemerintahan, JKA menyisir empat kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan V Koto Kampung Dalam, V Koto Timur, VII Koto Patamuan, dan VII Koto Sungai Sariak.

Rombongan bergerak dari Pendopo Bupati sejak pagi hari menuju titik-titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Di sejumlah lokasi, kondisi infrastruktur terlihat memprihatinkan, mulai dari jembatan miring, jalan terban, hingga irigasi yang runtuh akibat banjir.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jembatan Campago di Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Pondasi kaki jembatan terlihat tergerus abrasi sungai dan tebing di sekitarnya mulai mengalami kerusakan serius. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Melihat situasi itu, JKA langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memasang batu grib untuk memperkuat pondasi jembatan.

“Kerusakan infrastruktur seperti ini harus segera ditangani agar tidak membahayakan masyarakat,” tegas JKA di sela peninjauan.

Tak jauh dari lokasi tersebut, rombongan juga mendapati kondisi Jembatan Oman yang mengalami kemiringan setelah diterjang banjir. Pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan pada 2026 sekaligus melakukan normalisasi Sungai Batang Naras yang selama ini disebut menjadi ancaman bagi infrastruktur di kawasan itu.

Kondisi serupa juga ditemukan di Nagari Sikucur. Dalam dialog bersama tokoh masyarakat dan wali nagari di Posko Pokmas Durian Kadok, warga mengeluhkan jalan rusak, irigasi terbengkalai, hingga persoalan pemekaran pemerintahan nagari yang belum tuntas.

Di Pulau Aie Nagari Sikucur, JKA meninjau langsung jalan terban yang nyaris memutus akses warga. Ia meminta perbaikan segera dilakukan pada Juli mendatang untuk mengamankan badan jalan agar tidak semakin longsor.

Tak hanya jalan, kerusakan juga terjadi pada Irigasi Lubuak Jambu yang runtuh akibat banjir. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kebutuhan air pertanian masyarakat. Pemerintah daerah berjanji akan memperbaiki bendungan dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk normalisasi aliran sungai.

Ironisnya, banyak kerusakan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat, namun baru kembali menjadi perhatian serius setelah ditinjau langsung kepala daerah. Situasi ini memunculkan kritik bahwa persoalan infrastruktur di sejumlah nagari seolah menunggu viral atau kunjungan pejabat sebelum benar-benar ditangani.

Dalam kunjungan itu, JKA juga meninjau objek wisata Air Terjun Baburai di Nagari Sikucur. Ia meminta akses jalan baru menuju kawasan wisata segera dibuka agar potensi wisata daerah tidak terus terisolasi akibat buruknya akses transportasi.

Menurut Kepala Dinas PUPR El Abdes, diperlukan pembangunan jalan baru sepanjang sekitar satu kilometer untuk membuka akses menuju lokasi wisata tersebut.

Sementara itu di Nagari Padang Alai, Bupati meninjau jalan terban di Durian Gadung yang telah diusulkan masuk program BNPB. Untuk solusi sementara, pemerintah daerah akan membangun jembatan Bailey agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Puskesmas Padang Alai. Di lokasi itu, JKA mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan meski hari libur. Ia meminta pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan maksimal selama 24 jam.

“Semangat bekerja untuk masyarakat,” ujar JKA kepada petugas kesehatan.

Selain infrastruktur dan layanan publik, JKA juga mengunjungi situs cagar budaya Masjid Syech Ungku Haji Limo Koto di Nagari Gunung Padang Alai. Masjid tertua itu disebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk pelestarian ke depan.

Dalam dialog bersama masyarakat Patamuan di Surau Mudiak Aie Sungai Kasikan, warga kembali menyampaikan berbagai persoalan klasik yang belum kunjung selesai, mulai dari jalan rusak, jembatan, hingga irigasi.

Menanggapi aspirasi itu, JKA meminta seluruh usulan disampaikan melalui proposal resmi agar dapat dimasukkan dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

Program Putar Roda sendiri disebut menjadi strategi Pemkab Padang Pariaman untuk menjangkau langsung nagari-nagari pelosok yang sulit dilalui kendaraan roda empat. Namun kunjungan tersebut sekaligus membuka fakta bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar pemerintah daerah, terutama soal percepatan penanganan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID