JAKARTA, ONtime.ID — Nasib organisasi massa Gerakan Rakyat berada di titik krusial. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa keputusan apakah Gerakan Rakyat akan bertransformasi menjadi partai politik atau tetap berstatus organisasi massa akan ditentukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta, Ahad (18/1/2026).
Sahrin menyebut, secara struktur organisasi, Gerakan Rakyat sejatinya telah siap untuk naik kelas menjadi partai politik. Ia menjelaskan bahwa syarat administratif pendirian partai telah dipetakan dengan rinci, mulai dari kepengurusan di tingkat provinsi hingga cabang.
“Untuk menjadi partai politik, syaratnya harus ada 100 persen Dewan Pimpinan Wilayah, 75 persen Dewan Pimpinan Daerah, dan 50 persen Dewan Pimpinan Cabang. Itu berarti pengurus di 38 provinsi, 402 kabupaten/kota, dan sekitar 3.600 cabang. Saat ini kita sudah mencapai sekitar 60 persen,” ujar Sahrin.
Meski demikian, mantan juru bicara Anies Baswedan pada Pilpres 2024 itu menegaskan bahwa keputusan final tidak akan diambil secara sepihak. Penentuan akan sangat bergantung pada suara dan kesiapan daerah.
“Hari ini kita dengarkan aspirasi DPW-DPW. Kalau mereka menyatakan siap, kita ketok. Tapi kalau mereka belum siap, ya tidak kita ketok,” kata Sahrin usai Rakernas hari pertama di Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).
Menurut Sahrin, Rakernas hari kedua akan menjadi arena penentuan arah politik Gerakan Rakyat. Ia menegaskan pihaknya ingin membangun tradisi politik yang terbuka dan transparan dengan membuka seluruh pandangan umum peserta Rakernas kepada publik.
“Semua dinamika akan kita buka melalui media Gerakan Rakyat, supaya masyarakat bisa mengikuti prosesnya secara detail,” ujarnya.
Di tengah spekulasi politik yang menguat, Sahrin juga menegaskan bahwa Gerakan Rakyat belum membahas posisi Anies Baswedan jika organisasi tersebut resmi bertransformasi menjadi partai politik. Diketahui, Anies tercatat sebagai anggota kehormatan Gerakan Rakyat dengan nomor keanggotaan 001.
“Kalau nanti sudah diputuskan menjadi partai politik, baru kita bicarakan posisi Mas Anies,” kata Sahrin.
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat sendiri resmi membuka Rakernas I sesi pertama di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 511 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia. Rakernas ini juga menjadi momentum pengukuhan struktur kepengurusan DPP terbaru.
Prosesi pembukaan diawali dengan pembacaan susunan pengurus DPP yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan langsung oleh Ketua Umum Sahrin Hamid. Suasana acara semakin semarak dengan penampilan Tari Koba-Koba oleh komunitas Funky Papua, serta penyerahan cenderamata bertema hutan Papua.
Sebagai simbol kepedulian terhadap isu lingkungan, Funky Papua juga menyerahkan tanaman secara simbolis kepada anggota kehormatan Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, yang hadir dalam acara tersebut.
Rakernas ini sekaligus menjadi panggung penentu: apakah Gerakan Rakyat akan melangkah ke gelanggang politik elektoral atau tetap bergerak sebagai kekuatan masyarakat sipil. (*)













