JAKARTA, ONTIME.ID- Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN meminta perhatian yang sungguh-sungguh dari Kementerian ATR/ BPN untuk mempercepat proses pembebasan lahan tol di Sumatera Barat.
Terhambatnya pembangunan Tol di Sumatera Barat dikarenakan persoalan pembebasan tanah. Setelah sempat terhenti pembangunannya ruas tol seksi Padang – Sicincin sepanjang 36,6 km kembali dilanjutkan. Pembebasan lahan sudah selesai sekitar 93,17 persen.
“Artinya pembebasan lahan itu bisa diselesaikan jika tim yang bekerja dimana salah satunya ATR/ BPN bekerja dengan baik,” ujar Guspardi saat Rapat Kerja bersama Menteri ATR/BPN baru-baru.
Legislator dapil Sumatera Barat 2 ini mengungkapkan bahwa dibanding daerah lain seperti -Dumai, Jalan tol di Lampung dan sebagainya, pembangunan jalan tol di Sumatera Barat merupakan yang paling lambat proses pembebasan lahannya. Sehingga berakibat progres pembangunannya juga sangat terlambat dari pemancangan awal oleh Pak Presiden sejak 2017 lalu.
Ia menuturkan, ada semacam anggapan bahwa BPN di daerah bersifat pasif. Disisi lain ada juga yang mengatakan terkesan pihak BPN di derah kurang responsif dan dianggap menghambat.
“Dalam hal ini saya tidak bermaksud menuduh, tapi perlu dilakukan evaluasi menyeluruh tentang anggapan ini. Prinsip kehati-hatian penting, tapi proses tetap harus berjalan. Sesuai dengan Harapan dari Presiden Jokowi agar persoalan tanah dan sengkarut tanah bisa di selesaikan,” ulasnya.
Oleh karena itu, sambung Guspardi, pihaknya berharap bagaimana agar proses pembebasan lahan untuk jalan tol Padang – Pekanbaru ini dapat di percepat pembebasan. Sehingga ketertinggalan progres pembangunan jalan tol di Sumatera Barat dapat di pacu. Karena sudah sangat tertinggal proses pembangunan dibanding provinsi lain. (*/vand)













