JAKARTA, ONtime.ID — Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) per Sabtu, 25 April 2026. Evaluasi berkala ini mencerminkan dinamika pasar energi global yang terus bergejolak, mulai dari harga minyak mentah dunia hingga tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan. Tiga produk yang mencatat lonjakan paling mencolok adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini dipicu kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik, termasuk memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok energi global.
Di wilayah seperti Jawa Barat, harga Pertamax Turbo melonjak tajam dari kisaran sebelumnya, sementara Dexlite dan Pertamina Dex bahkan mengalami kenaikan hingga Rp9.400 per liter. Lonjakan ini menjadikan beban konsumsi BBM nonsubsidi semakin berat bagi sebagian masyarakat.
[irp posts=”35709″ ]
Sebaliknya, produk seperti Pertamax dan Pertamax Green masih bertahan tanpa perubahan harga sejak penyesuaian terakhir pada Februari 2026. Sementara itu, BBM subsidi—yakni Pertalite dan Biosolar—tetap stabil di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia.
Perbedaan harga antarwilayah juga tetap terlihat, dipengaruhi oleh faktor distribusi, biaya logistik, serta kebijakan regional. Berikut gambaran ringkas harga BBM di sejumlah wilayah:
- Sumatera (termasuk Sumatera Barat dan Riau):
Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp20.250, Dexlite Rp24.650, Pertamina Dex Rp24.950. - DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB:
Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp19.400, Pertamax Green Rp12.900, Dexlite Rp23.600, Pertamina Dex Rp23.900. - Kalimantan dan sebagian Indonesia Timur:
Harga relatif lebih tinggi, dengan Pertamax Turbo mencapai Rp20.250 dan Dexlite Rp24.650 di beberapa provinsi. - Wilayah FTZ seperti Batam dan Sabang:
Harga lebih rendah dibanding wilayah lain, mencerminkan kebijakan kawasan perdagangan bebas.
[irp posts=”35706″ ]
Kondisi ini menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat sensitif terhadap perubahan global. Pemerintah bersama Pertamina terus melakukan evaluasi agar harga tetap mencerminkan kondisi pasar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Masyarakat diimbau untuk rutin memantau perkembangan harga BBM melalui aplikasi resmi seperti MyPertamina, mengingat penyesuaian dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika global yang sulit diprediksi. (*)













