Kab. Pasaman Barat

HUT Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kapolres Pasbar Tekankan TNI-Polri Tak Boleh Berjarak dengan Rakyat

91
×

HUT Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kapolres Pasbar Tekankan TNI-Polri Tak Boleh Berjarak dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Kodam
HUT Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kapolres Pasbar Tekankan TNI-Polri Tak Boleh Berjarak dengan Rakyat

PASAMAN BARAT, ONtime.ID — Peringatan hari jadi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol pada 10 Agustus 2026 menjadi momentum bagi jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat untuk menegaskan kembali pentingnya soliditas dan sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit serta keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Ia menilai perjalanan pengabdian institusi TNI memiliki peran penting dalam menjaga pertahanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selamat Dirgahayu Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Semoga semakin jaya, semakin profesional, semakin solid, dan senantiasa hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Agung.

Menurutnya, peringatan hari jadi tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau ucapan formal. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa kekuatan institusi negara pada akhirnya diukur dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Hadir untuk Rakyat, Mengabdi untuk Nagari”, Agung berharap nilai pengabdian tersebut diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

TNI-Polri Harus Semakin Solid

Agung menegaskan, tantangan keamanan di tengah masyarakat semakin kompleks. Persoalan kamtibmas tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi membutuhkan komunikasi, koordinasi dan keterlibatan berbagai unsur.

Dalam konteks tersebut, sinergitas TNI-Polri dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga stabilitas wilayah.

“TNI dan Polri tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dibutuhkan soliditas, komunikasi dan sinergitas yang terus terjaga,” katanya.

Menurut Agung, hubungan harmonis antara TNI dan Polri bukan sekadar kebutuhan kelembagaan. Sinergi tersebut harus bermuara pada kepentingan masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kerja sama itu, kata dia, juga tidak sebatas kegiatan pengamanan. TNI dan Polri memiliki ruang pengabdian yang luas melalui kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, penanganan bencana, dukungan pembangunan serta berbagai kegiatan yang memperkuat persatuan masyarakat.

“Hadir untuk Rakyat” Harus Dibuktikan

Agung mengingatkan slogan “Hadir untuk Rakyat, Mengabdi untuk Nagari” jangan sampai hanya menjadi kalimat penghias momentum hari jadi.

Menurutnya, slogan tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret. Kehadiran aparat negara harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan.

“Harapan kita, semangat ‘Hadir untuk Rakyat, Mengabdi untuk Nagari’ benar-benar dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Kehadiran TNI dan Polri harus mampu memberikan rasa aman, memberikan pelayanan terbaik, serta ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus berkembang sebagai institusi pertahanan yang profesional, modern dan dekat dengan masyarakat.

“Semoga Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol semakin kuat, profesional dan dicintai rakyat. Semoga seluruh prajurit senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.

Sinergitas Harus Menyentuh Kepentingan Masyarakat

Peringatan hari jadi Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga dipandang sebagai momentum memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.

Stabilitas keamanan tidak mungkin dibangun oleh satu institusi saja. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan warga memiliki peran masing-masing dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Karena itu, sinergitas di tingkat lapangan menjadi penting. Komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang cepat dapat mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Bagi masyarakat, keberadaan aparat pertahanan dan keamanan idealnya tidak hanya terlihat ketika terjadi gangguan keamanan. Kehadiran tersebut juga harus dirasakan melalui pelayanan, kepedulian sosial, respons terhadap bencana serta berbagai bentuk pengabdian lainnya.

Agung berharap kebersamaan TNI-Polri yang telah terbangun dapat terus dipertahankan, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah Pasaman Barat.

“Semoga kebersamaan, soliditas dan sinergitas yang sudah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan. Mari bersama-sama menjaga keamanan, persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Ucapan Dirgahayu dari Polres Pasaman Barat tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan jajaran TNI serta seluruh pemangku kepentingan.

Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan institusi pertahanan dan keamanan bukan hanya terletak pada kuatnya organisasi, tetapi pada seberapa nyata negara hadir memberikan rasa aman dan manfaat bagi rakyat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID