Kab. Mentawai

Kapolres Mentawai Dampingi Kapolda Sumbar Hadiri “Sajian Lobster 2025” di Pantai Mapadegat

363
×

Kapolres Mentawai Dampingi Kapolda Sumbar Hadiri “Sajian Lobster 2025” di Pantai Mapadegat

Sebarkan artikel ini
Lobster
Kapolres Mentawai Dampingi Kapolda Sumbar Hadiri “Sajian Lobster 2025” di Pantai Mapadegat

MENTAWAI, ONtime.ID — Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Rory Ratno mendampingi Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (12/8).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumbar yang juga didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menghadiri langsung kegiatan kuliner akbar Sajian Lobster 2025 yang digelar di kawasan wisata Pantai Mapadegat.

Acara yang mengangkat tema “Rancak Bana Mentawai, Seribu Rasa Seribu Cerita” ini menjadi salah satu agenda pariwisata terbesar di Kepulauan Mentawai tahun ini. Ribuan pengunjung memadati area pantai sejak pagi, menyaksikan berbagai atraksi seni budaya, pameran kuliner, hingga puncak acara berupa aksi memasak 300 kilogram lobster segar yang melibatkan Chef Bobon Santoso.

Pengamanan Maksimal untuk Acara Besar

Sejak pagi hari, personel Polres Kepulauan Mentawai bersama Polsek jajaran telah melakukan pengamanan terpadu di area Pantai Mapadegat dan jalur menuju lokasi acara. Kapolres AKBP Rory Ratno turun langsung mengkoordinasikan pengaturan lalu lintas, penempatan pos pengamanan, serta patroli di area publik.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran masyarakat dan wisatawan sangat besar, jadi kami all out menjaga keamanan,” ujar AKBP Rory Ratno.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengapresiasi kesiapan dan kinerja jajaran Polres Mentawai. Menurutnya, keamanan merupakan faktor kunci untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata.

“Event besar seperti ini bukan hanya soal hiburan dan kuliner, tetapi juga citra daerah. Ketika wisatawan merasa aman, mereka akan kembali dan mengajak orang lain datang,” tegas Kapolda.

Aksi Memasak Lobster di Tepi Pantai

Sorotan utama acara adalah aksi masak lobster raksasa. Chef Bobon Santoso, yang dikenal luas sebagai kreator kuliner, memimpin proses memasak di area terbuka tepi pantai. Dengan peralatan masak berukuran besar dan tungku khusus, mereka mengolah ratusan kilogram lobster hasil tangkapan nelayan Mentawai.

Bobon mengaku terkesan dengan kualitas lobster lokal.

“Lobster Mentawai ini istimewa. Teksturnya padat, rasanya manis alami. Saya ingin mempertahankan rasa lautnya dengan bumbu sederhana tapi kuat aroma,” ungkapnya.

Usai dimasak, lobster dibagikan gratis kepada pengunjung yang sudah mengantre. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, namun suasana tetap tertib berkat pengaturan panitia dan personel kepolisian.

“Rancak Bana Mentawai” Jadi Magnet Wisata

Tema “Rancak Bana Mentawai, Seribu Rasa Seribu Cerita” dipilih untuk menggambarkan kekayaan kuliner laut dan kisah budaya masyarakat pesisir Mentawai. Kata rancak bana berarti “sangat bagus” dalam bahasa Minangkabau, sedangkan seribu rasa seribu cerita merepresentasikan ragam cita rasa kuliner dan kisah yang lahir dari laut.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa kuliner dapat menjadi media diplomasi budaya yang efektif.

“Melalui sajian seperti ini, orang akan mengenal Mentawai bukan hanya dari ombak dan pantainya, tetapi juga dari rasa makanannya,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa publikasi positif tentang acara ini akan berdampak luas bagi promosi daerah.

“Dengan media dan dokumentasi yang tepat, Sajian Lobster bisa menjadi ikon tahunan yang membawa nama Mentawai mendunia,” katanya.

Sinergi Pemerintah dan Aparat Keamanan

Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, serta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.

Wagub Vasco menyebut, kombinasi panorama alam, kuliner laut, dan budaya adalah kekuatan Mentawai.

“Kalau kita konsisten mengemasnya, Mentawai akan menjadi destinasi unggulan dunia,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Mentawai menambahkan bahwa sajian lobster bukan sekadar makanan, tetapi representasi kerja keras nelayan dan potensi ekonomi daerah.

“Setiap ekor lobster adalah simbol kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Dampak Ekonomi Nyata

Selama acara, pelaku UMKM di sektor kuliner, suvenir, dan transportasi merasakan lonjakan pendapatan. Hotel dan penginapan di sekitar Sipora Utara bahkan melaporkan tingkat hunian penuh. Kepala Dinas Pariwisata Mentawai mencatat peningkatan kunjungan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Dampak ekonominya langsung terasa. Inilah bukti bahwa event wisata-kuliner punya multiplier effect yang besar,” jelasnya.

Pesan Kapolres dan Kapolda

Menutup kunjungan, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta berpesan agar masyarakat menjaga kebersihan pantai, keamanan, dan keramahan terhadap wisatawan.

“Alam Mentawai ini anugerah, dan kita harus menjaga bersama. Keamanan dan kebersihan adalah kunci untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Sementara Kapolres AKBP Rory Ratno berharap momentum ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.

“Kegiatan seperti ini membangun kebanggaan, memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat. Tahun depan kita bisa buat lebih besar lagi,” ucapnya.

Dengan suksesnya Sajian Lobster 2025, Mentawai kian mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata yang tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kuliner laut kelas dunia. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat keamanan membuktikan bahwa pariwisata bisa menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus media pelestarian budaya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID