TAPANULI SELATAN, ONtime.ID — Kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tahun 2022, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Hampir empat tahun berlalu, keberadaan korban Abdul Rahmat Giawa belum juga diketahui, sementara keluarga korban terus mendesak pihak kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan.
Informasi yang beredar di masyarakat Desa Lawan Setia dan sekitarnya menyebutkan bahwa peristiwa ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial pada saat kejadian. Salah satu sumber menyebutkan bahwa terdapat pengakuan dari seseorang yang diduga mengetahui kronologi peristiwa tersebut. Dalam rekaman audio dan video yang sempat beredar, orang tersebut menyatakan bahwa kejadian tersebut benar adanya. Namun, keabsahan dan konteks pengakuan tersebut belum dapat dipastikan secara hukum.
Pihak keluarga korban menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 hingga kini, mereka belum menerima kepastian apakah Abdul Rahmat Giawa benar-benar hilang atau menjadi korban tindak kejahatan. Keluarga pun berharap agar aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti informasi-informasi yang sudah beredar di masyarakat, untuk memastikan kebenaran peristiwa yang terjadi.
“Kami hanya ingin kejelasan. Apakah ayah kami benar-benar hilang atau menjadi korban pembunuhan seperti yang diisukan. Kami ingin kebenaran diungkap,” ujar Andi Saputra, anak korban, saat ditemui di Tapanuli Selatan.
Andi mengaku pihaknya telah melaporkan dugaan tersebut ke Polres Tapanuli Selatan, dengan harapan penyelidikan dapat segera menemukan titik terang. Ia juga meminta agar semua pihak, termasuk masyarakat, tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi agar tidak memperkeruh situasi.
Sementara itu, beberapa warga sekitar menyebut bahwa kasus ini telah menimbulkan keresahan di lingkungan mereka. Sebagian berharap agar pihak kepolisian lebih transparan dan terbuka dalam menangani perkara tersebut, agar tidak muncul spekulasi yang menyesatkan.
Pihak kepolisian yang dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi. Namun, sumber di lapangan menyebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan keterangan dan pendalaman bukti oleh penyidik.
Kasus yang telah berlangsung hampir empat tahun ini menjadi sorotan publik karena dianggap lambat dalam penanganannya. Warga dan pihak keluarga berharap agar tidak ada intervensi atau tekanan dari pihak manapun dalam proses penegakan hukum, sehingga hasil penyelidikan dapat objektif dan transparan.
Pemerhati hukum di Tapanuli Selatan, menilai bahwa kasus seperti ini membutuhkan keberanian semua pihak untuk membuka fakta sebenarnya. “Apabila memang ada pengakuan atau rekaman yang beredar, seharusnya itu menjadi bahan awal bagi aparat untuk mendalami lebih jauh, bukan menjadi sumber polemik di masyarakat,” ujarnya.
Hingga kini, masyarakat masih menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan nasib Abdul Rahmat Giawa, apakah benar hilang secara misterius atau menjadi korban tindak pidana. Keluarga dan warga berharap kasus ini segera menemukan titik terang demi keadilan dan kepastian hukum. (Asa)













