SIJUNJUNG,ONTIME.ID— Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak di Kabupaten Sijunjung semakin merebak.
Program vaksinasi PMK juga terus dikebut untuk mengantisipasi penularan lebih lanjut.
Kadis Pertanian Kabupaten Sijunjung Dinas Pertanian Sijunjung Ronaldi menyampaikan upaya penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak terus dilakukan, Saat ini Kabupaten Sijunjung telah menerima 2.500 dosis vaksin PMK.
“Vaksin PMK untuk hewan didistribusikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.Namun ketersediaan dosis vaksin masih belum mencukupi,” ujarnya.
Hingga saat ini, Ronaldi menambahkan, pengawasan dan observasi terhadap kondisi hewan ternak terus dilakukan. Termasuk juga mengerahkan petugas penyuluh lapangan sebagai petugas konsultasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Anggota Bhabinkamtibmas Nagari Pematang Panjang Aipda Yuskendra didampingi aparat Nagari Pematang Panjang memantau langsung kondisi peternak sapi, seperti di Jorong Sitampuang Nagari Pematang Panjang yang cukup banyak ditemui kasus PMK.
“Sebagian ternak yang terjangkit sudah bisa kembali berjalan, namun masih dalam kondisi pincang dan empat ekor dalam kondisi lumpuh,” tutur Kapolsek AKP Usman Nurwidi melalui Kasubag Humas Polres Sijunjung AKP Nasrul Nurdin, Selasa (9/8).
Selain itu, Nasrul Nurdin menambahkan di Jorong Limau Sundai Nagari Pematang Panjang juga ditemukan tiga ekor sapi dengan kondisi lumpuh dan mulut berbusa.
“Banyak ternak masyarakat yang terjangkit, karena penularan wabah ini sangat cepat. Masih di jorong yang sama, juga ditemukan 12 ekor kerbau dan 11 ekor sapi yang terjangkit PMK. Kondisi ternak saat ini, sudah bisa berdiri namun masih lemah, tidak bisa berjalan jauh,” ujarnya. (*/red)













