Peristiwa

KDM Terkejut Dengar Pengakuan Suderajat soal Motor dari Kapolres, “Dipakai Anak Buat Ngojek”

251
×

KDM Terkejut Dengar Pengakuan Suderajat soal Motor dari Kapolres, “Dipakai Anak Buat Ngojek”

Sebarkan artikel ini
KDM
KDM Terkejut Dengar Pengakuan Suderajat soal Motor dari Kapolres, “Dipakai Anak Buat Ngojek”

BOGOR, ONtime.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dibuat terheran-heran saat bertemu dengan Suderajat, penjual es kue asal Bogor yang namanya viral usai menjadi korban fitnah.

Pertemuan itu justru mengungkap cerita tak terduga terkait bantuan sepeda motor yang diterima Suderajat dari Kapolres Metro Depok.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—menyinggung kabar bahwa Suderajat telah menerima satu unit sepeda motor dari Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras. Bantuan itu diketahui diberikan langsung pada Selasa (27/1/2026), berupa sepeda motor Yamaha Mio berwarna tosca.

Namun, respons Suderajat di luar dugaan. Pria yang akrab disapa Jajat itu justru menampik kepemilikan motor tersebut dan menegaskan kondisi ekonominya.

[irp posts=”33650″ ]

“Saya mah orang miskin, Pak,” ujar Suderajat di hadapan KDM.

Dedi Mulyadi pun menimpali dengan nada heran. Menurutnya, bantuan sepeda motor tersebut seharusnya sudah cukup untuk mengubah kondisi mobilitas Suderajat.

“Iya orang miskin, tapi sekarang enggak miskin lagi, sudah punya motor dari Kapolres Metro,” kata KDM.

Alih-alih mengiyakan, Suderajat kembali merendah. “Boro-boro punya motor, jalan kaki,” ucapnya, yang membuat KDM tampak terkejut.

Setelah didesak, Suderajat akhirnya mengakui bahwa ia memang menerima sepeda motor tersebut. Namun, motor itu tidak berada di rumahnya. Ia menyebut, kendaraan itu kini digunakan oleh anak keduanya.

“Terus motornya di mana sekarang?” tanya KDM.

“Dipakai sama anak,” jawab Suderajat singkat.

KDM kembali menegaskan bahwa bantuan tersebut tetap berarti Suderajat telah menerima sepeda motor dari Kapolres. Mendengar itu, Suderajat hanya mengangguk pelan.

Fakta lain pun terungkap. Motor pemberian Kapolres Metro Depok itu ternyata digunakan sang anak untuk bekerja sebagai pengemudi ojek.

“Motornya sekarang sama siapa dibawa?” tanya KDM lagi.
“Sama anak yang nomor dua,” kata Suderajat.
“Dibawa apa?”
“Katanya buat ngojek,” ungkap Suderajat.

“Oh jadi motor yang dari Kapolres Metro buat ngojek?” tanya KDM memastikan.
“Buat ngojek,” jawab Suderajat.

[irp posts=”33642″ ]

Pertemuan antara KDM dan Suderajat tersebut turut dibenarkan oleh Ketua RW setempat, M Ali Akbar. Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi memberikan sejumlah nasihat, motivasi, serta bantuan modal usaha kepada Suderajat.

“Diberikan masukan dan motivasi, karena beliau ini warganya juga. Intinya memberikan semangat dan bantuan. Soal nominalnya tidak bisa kami sampaikan,” ujar M Ali Akbar.

Suderajat sendiri menjadi sorotan publik setelah dituduh menjual es kue berbahan spons dan diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat. Peristiwa itu terjadi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026), saat ia berjualan.

Namun tuduhan tersebut terbukti tidak benar. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan es kue yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi.

Pasca insiden itu, dua oknum aparat yang terlibat—Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Aiptu Ikhwan Mulyadi, dan Babinsa Serda Heri Purnomo—telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Suderajat.

[irp posts=”33647″ ]

Kisah Suderajat kini menjadi pengingat bahwa empati, klarifikasi, dan keadilan harus selalu dikedepankan, terutama saat aparat berhadapan dengan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari jalanan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID