PADANG, ONTIME.ID – Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2023, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang mengadakan seminar di Hotel ZHM Premier, Senin (18/9).
“Hari keselamatan pasien sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 17 September. Ini sebagai pengakuan atas peran penting yang dimainkan pasien, keluarga dan perawat dalam keselamatan layanan kesehatan,” ujar Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG(K) MARS.
Menurutnya, Hari Keselamatan Pasien Sedunia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman global akan keselamatan pasien, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam hal keselamatan selama perawatan kesehatan, dan mempromosikan aksi global untuk mencegah dan mengurangi risiko yang dapat dihindari dalam perawatan kesehatan.
“Hari keselamatan pasien sedunia adalah kampanye untuk semua pemangku kepentingan dalam system perawatan kesehatan untuk bekerjasama dan berbagi keterlibatan untuk meningkatkan keselamatan pasien,” ujarnya.
Tujuannya, kata Dovy Djanas, untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan publik, meningkatkan pemahaman global, dan bekerja menuju solidaritas global dan tindakan oleh negara anggota untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mengurangi kerugian pasien.
Dikatakannya Hari keselamatan pasien sedunia menyoroti pentingnya perawatan yang bermartabat dan kaitannya dengan keselamatan.
“Rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting, sarat dengan tugas, beban, masalah dan harapan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat,” ujarnya lagi.
Dovy Djanas juga mengatakan, sarana kesehatan ini bertujuan memberikan pertolongan kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk preventif, kuratif, dan rehabilitatif, yang dilaksanakan secara terpadu dengan upaya mengurangi absensi karena sakit, serta peningkatan derajat kesehatan.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM MARS menyampaikan, bahwa keselamatan pasien merupakan isu penting dalam pelayanan rumah sakit secara global.
Untuk itu, diharapkan dapat mengurangi bahaya pasien, dan menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas.
“Hal ini menunjukkan bahwa usaha mencapai keselamatan pasien masih harus menjadi fokus kita bersama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Untuk itu, kata Azhar Jaya, perlunya pengembangan budaya keselamatan pasien secara berkesinambungan. Pasien, keluarga, dan pemberi layanan rawatan memiliki peran kunci dalam menciptakan keselamatan pasien yang lebih baik.
“Mari kita jadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Pentingnya pelibatan pasien dalam mewujudkan keselamatan pasien dengan mendengarkan suara pasien, baik dalam pengambilan kebijakan, tata kelola maupun keselamatan,” ucapnya.
Seminar dengan slogan, tinggikan suara pasien ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia baik luring maupun daring melalui zoom dan YouTube, dengan menghadirkan narasumber dr. Bambang Tutuko, SpAN. KIC dan Dr. dr. Andry, MM. MH.Kes. (vand)











