Hal itu terungkap saat bedah buku autobiografi Asasriwarni yang berjudul Kesuksesan Anak Petani Jadi Guru Besar, Senin (28/3) di Aula UIN Imam Bonjol Padang.
“Beliau ini merupakan salah satu tokoh inspiratif di Sumbar. Ada beberapa alasan beliau bisa sampai menjadi seperti itu. Pertama adalah Asasriwarni selalu berfikir ke depan. Kedua, tempaan agama membuat beliau menjadi hebat seperti sekarang,”ujar Rektor UNP Ganefri yang menjadi salah satu pembedah buku autobiografi Asasriwarni.
Kemudian kata Ganefri, banyaknya organisasi yang diikuti oleh Asasriwarni juga menjadi salah satu kunci kesuksesan dari Asasriwarni. Di mana Asasriwarni bergabung di HMI sewaktu kulian dan juga merupakan anggota NU (Nahdatul Ulama).
“Tempaan organisasi membuat Asasriwani menjadi orang yang sukses. Kemudian perjuangan hidup yang dilaluinya ikutu mempengaruhi kesuksesannya,”katanya.
Untuk itu Ganefri menyarankan mahasiswa dan aktifis membaca buku biografi dari Asasriwarni tersebut. “Aktifis dan mahasiswa harus membaca buku ini sebagai referensi. Organisasi mempengaruhi gaya kepemimpinan dan dakwahnya,”katanya.
Sementara itu ketua tim editor bukuYasrul Hudo mengatakan, latar belakang diterbitkan buku ini adalah banyaknya ulama dan akademisi yang tidak menuliskan tentang perjalanan hidupnya. Padahal kisah perjalanan hidup mereka tersebut banyak inspiratif.
“Agar seseorang itu tetap hidup, harus menulis dan ditulis. Untuk itu kami membuatkan buku autobiografi dari Asasriwarni ini. Ke depannya semua dosen yang akan memasuki masa purna bakti akan kami buatkan bukunya. Itu sebagai bentuk penghargaan,”kata Yasrul Hudo yang juga Wakil Rektor I UIN Imam Bonjol.
Lebih jauh dikatakan Yasrul Huda, Asasriwarni merupakan sosok yang disenangi karena selalu tampil sebagai pemberi semangat, humoris dan santun bagi kolega dan mahasiswa yang dibimbingnya. “Rata-rata orang yang memberikan testimoni menyebut Asasriwarni merupakan sosok yang ramah dan pemberi solusi yang cermat,”katanya. (*/red)













