Politik

Ketua DPRD Sumbar Upayakan Akses Jalan Menuju Kampung Peradaban Al- Qur’an

239
×

Ketua DPRD Sumbar Upayakan Akses Jalan Menuju Kampung Peradaban Al- Qur’an

Sebarkan artikel ini
Ketua
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat kegiatan di Kampung Peradaban Al-Qur'an

LIMA PULUH KOTA, ONTIME.ID- Ketua DPRD Sumbar Supardi akan mengupayakan akses jalan yang layak untuk menuju Kampung Peradaban Al- Qur’an yang tengah dibangun di Nagari Sariek Laweh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Untuk sekarang, akses jalan menuju daerah yang diproyeksikan akan menjadi pusat pengkajian dan pengamalan nilai-nilai Al Qur’an tersebut sangat tidak layak.

“Kita harus menyediakan akses jalan yang representatif untuk menuju kampung peradaban Al-Qur’an. Jika tidak, kurang bermakna juga tempat yang sangat strategis ini di masa yang akan datang,” kata Supardi saat menghadiri International Gathering Sahabat Uzma di Uzma Center Nagari Sariak Laweh Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (19/3).

 

Dia mengatakan, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan provinsi, pihaknya mendukung pembangunan  Kampung Peradaban Al- Qur’an, dimana negara saat ini tengah dilanda krisis integritas hingga moralitas.

Nantinya kampung ini akan menjadi peradaban baru dengan basis keislaman yang kuat. Seperti diketahui Ranah Minang memiliki filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah, 70 persen tokoh kemerdekaan Indonesia berasal dari daerah kita.

“Kenyataannya pada saat sekarang tidak ada lagi tokoh seperti M Natsir, Buya Hamka dan sebagainya di Sumbar, dengan adanya kampong Al- Qur’an bisa melahirkan tokoh-tokoh ulama seperti dahulu,”katanya.

Dia berharap, kampung peradaban Al-Qur’an tidak hanya membahas pengkajian Al Qur’an, namun juga mencarikan solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat.

Ketua DPRD Sumbar Upayakan Akses Jalan Menuju Kampung Peradaban Al- Qur’an

Tidak hanya itu, tempat ini diharapkan bisa melahirkan cendekiawan hingga budayawan yang peduli akan pembangunan daerah dengan penerapan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kampung Qur’an merupakan program dakwah Al Qur’an berbasis kawasan, lingkungan, dan komunitas yang berada di wilayah marginal, terpencil, minoritas, bekas terdampak bencana, dan jauh dari akses peradaban.

Sementara itu, Asisten II Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai yang mewakili bupati, Fitma Indrayani mengatakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sekadar urusan pendidikan formal sekolah, tetapi juga meliputi pendidikan keluarga, dan lain-lain, sifatnya pun kompleks, tidak berdiri sendiri, karenanya ia juga terkait dengan pembangunan infrastruktur dan berbagai sektor pembangunan lainnya.

 

“Setidaknya itulah yang melandasi kenapa di Kabupaten Lima Puluh Kota memprioritaskan pembangunan daerah yang berkaitan dengan pembangunan SDM,” kata dia.

Dia mengatakan model yang diterapkan dengan membangun Kampung Qur’an juga bisa memberi ruang bagi kreativitas dan inovasi dengan bertolak dari platform bahwa Kampung Qur’an dengan Satu Rumah Tahfiz di setiap desa dan kelurahan merupakan bentuk literasi peradaban Islami Luhak Limopuluah. (*/vand)