“Salah satunya dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada di Solok Selatan, seperti penggunaan bahan baku ataupun mentah. Jangan berdayakan bahan dari luar, karena kita harus mampu memanfaatkan potensi daerah kita agar peningkatan terhadap pengembangan koperasi dan UKM menjadi unggul untuk Solok Selatan nantinya yang tentu akan berpengaruh juga kepada pendapatan Solok Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UkM (Perindagkop dan UKM) Solok Selatan, Akmal Hamdi, menyampaikan secara teknis bahwa kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bagi koperasi dan UKM itu merupakan kegiatan yang sifatnya berkelanjutan.
“Selain meningkatkan kapasistas, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mendorong pengembangan koperasi dan UKM Solok Selatan bagi sektor informal dan di luar formalnya. Jadi dari pelatihan ini kita mengharapkan kepada koperasi dan UKM agar nantinya dapat berperan dalam memajukan berbagai sektor yang ada sesuai dengan visi dan misi Solok Selatan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis sertifikat hak atas tanah mandiri kepada pelaku UMKM Solok Selatan untuk peningkatan kinerja dan pengelolaan UKM oleh pelaku-pelaku UKM yang ada.
“Ada sebanyak 250 UMKM yang telah diproses untuk pengurusan sertifikat ini. Dan karena ada beberapa kendala, hanya sekitar 216 UMKM yang dapat diselesaikan yang bisa menerima sertifikat ini. Ke depannya kita mengharapkan pemberdayaan untuk koperasi dan UKM dapat terus ditingkatkan melalui monitoring dan evaluasi untuk pengembangannya nanti,” ujarnya. (*/red)













