Olahraga

Laga Hidup Mati Samurai Blue di Al Janoub Stadium

386
×

Laga Hidup Mati Samurai Blue di Al Janoub Stadium

Sebarkan artikel ini
janoub
Laga Hidup Mati Samurai Blue di Al Janoub Stadium

QATAR, ONTIME.ID — Head to head Jepang vs Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Senin (5/12) pukul 22.00 WIB akan menjadi adu pelatih Hajime Moriyasu dan Zlatko Dalic.

Kedua juru taktik akan mengandalkan taktik dan pengalaman untuk bisa membawa negara mereka ke 8 besar.

Laga Jepang vs Kroasia akan menjadi salah satu duel menarik di babak 16 besar. Terutama melihat kiprah Jepang mengejutkan di turnamen ini. Samurai Biru lolos dari Grup E dengan status juara grup mengalahkan Spanyol dan Jerman.

Kesukesan Jepang tentu tak lepas dari tangan dingin Moriyasu. Sang pelatih juga memimpin Tim Samurai Biru di Rusia 2018. Saat itu Moriyasu mengantar Jepang lolos ke 16 besar sebelum dihentikan Belgia 3-2 secara dramatis. Kini di Qatar 2022, Moriyasu dan anak asuhnya semakin menunjukkan kematangan bermain. Kemenangan atas Jerman dan Spanyol jelas bukan sebuah kebetulan.

“Saya pikir kami berada di era baru sepakbola Jepang. Fakta bahwa kami bisa mengalahkan Jerman dan Spanyol tak hanya menjadi harapan bagi sepakbola Jepang. Tapi juga untuk semua negara Asia yang berkompetisi di level dunia,” kata Moriyasu.

Zlatko Dalic sudah menjadi pelatih Kroasia pada Piala Dunia Rusia 2018 lalu. Saat itu prestasinya lebih menggila karena ia bisa mengantar negaranya menjadi runner-up. Itu adalah catatan terbaik Kroasia di Piala Dunia mengalahkan capaian di Perancis 1998 saat mereka menjadi juara ketiga.

Hanya saja secara performa, Kroasia menurun di Qatar 2022 ini dibanding di Rusia 2018. Empat tahun lalu mereka menjadi juara grup dengan raihan 9 poin. Saat itu, Vatreni bisa mengalahkan Argentina, Nigeria, dan Islandia di fase grup dengan selisih gol 7-1.

Sedangkan di Qatar 2022 ini Kroasia mengalami penurunan dari banyak sisi. Mereka hanya menjadi runner-up dengan 5 poin. Kroasia juga hanya punya selisih gol 4-1 yang ironisnya semua gol tercipta di laga melawan Kanada. Sah saja menyebut Jepang berada dalam momentum lebih bagus jelang laga nanti.

Dalic sendiri tak membantah bahwa Samurai Biru sedang dalam performa terbaik. Utamanya setelah melihat mereka mengalahkan Spanyol dan Jerman. “Ketika sebuah tim bisa menjuarai grup yang diisi Spanyol dan Jerman, artinya mereka tim yang bagus. Jepang menunjukkan semangat pantang menyerah. Mereka selalu tertinggal tapi bisa membalikkan keadaan melawan Spanyol dan Jerman,” ucap Dalic.

Secara head to head, kedua negara telah bertemu 3 kali dengan hasil yang seimbang. Masing-masing meraih 1 kemenangan dan 1 laga lain berakhir seri. Hanya saja khusus pertemuan di Piala Dunia, Kroasia lebih unggul dibanding Jepang. Kroasia menang 1-0 di Perancis 1998 lewat gol Davor Suker. Lalu di Jerman 2006 kedua negara bermain imbang 0-0.

Kemenangan Jepang sendiri tercipta di sebuah laga persahabatan pada 1997. Jepang menang 4-3 dalam laga yang digelar di Tokyo tersebut. Moriyasu diperkirakan tak banyak mengubah susunan pemainnya di laga ini.

Nama-nama seperti Maya Yoshida, Daichi Kamada, dan Ko Itakura masih menjadi andalan Jepang. Kroasia juga masih akan bertumpu pada para pemain senior. Luka Modric, Mateo Kovacic, dan Marcelo Brozovic akan tetap menjadi tumpuan lini tengah Kroasia. (*/red)