HIBURAN

M. Ridwan, Aktivis Kampus yang Meniti Karier Jadi Politikus

373
×

M. Ridwan, Aktivis Kampus yang Meniti Karier Jadi Politikus

Sebarkan artikel ini
Ridwan
M. Ridwan saat melangsungkan sosialisasi program ke masyarakat.

Dedikasi Muhammad Ridwan selama menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar masih membekas di hati masyarakat. Ia cukup berani menggelontorkan seluruh gaji bulanannya untuk berbagai program penunjang kebutuhan rakyat.

 

Pria kelahiran 12 Desember 1978 itu mengatakan, di samping pokir, gaji pokoknya turut dialokasikan untuk program dakwah, pendidikan dan anak yatim.

 

Terbukti, selama masa jabatannya 50 masjid berhasil dibangun, bimbel gratis berhasil digelar, santunan kepada anak yatim tidak terputus dan berbagai program lain berangkat dari aspirasi masyarakat berhasil terealisasikan.

 

Ridwan berprinsip bahwa kepercayaan masyarakat yang memilihnya tidak boleh diruntuhkan. Kendati memegang jabatan penting, ia tidak ingin terlihat angkuh dan berbusung dada.

 

“Kita kembalikan kepada rakyat atas apa yang didapat saat menjabat dewan dalam bentuk program. Sebab, mereka telah memberi kepercayaan, tugas kita untuk mewakili aspirasi mereka,” ujarnya.

 

Kepemimpinan dan jiwa sosialnya yang tinggi ternyata sudah terlatih sejak usia muda. Ridwan mengaku, saat duduk di bangku perkuliahan sangat aktif sebagai bagian dari badan eksekutif mahasiswa (BEM).

 

Ia aktif berkegiatan mulai dari pengurus biasa sampai terpilih menjadi Presiden Mahasiswa (Presma). Pada saat itulah ia mengasah jiwa kepemimpinan, pemikiran kritis dan kemampuan sosialnya.

 

“Sebelum menjadi Presma, mulanya saya merencanakan wisuda cepat karena mengejar predikat cumlaude. Namun, ternyata kawan-kawan dari organisasi membutuhkan saya dan meminta saya untuk maju mencalon Presma,” katanya.

 

Menurut Ridwan, dari pencalonannya itulah karier politiknya dimulai. Ia dilatih dan diasah menjadi pemimpin yang mengayomi dan peduli terhadap nasib mahasiswa.

 

Selain aktif berorganisasi, Ridwan juga sangat mementingkan pendidikannya. Usai menyelesaikan studi S1 Ilmu Politik pada tahun 2004, ia melanjutkan S2 di University Kebangsaan Malaysia.

 

Setelah menempuh pendidikan di negeri jiran, Ridwan kembali ke kampung halamannya di Kota Pariaman. Saat itulah, ia mendapat kepercayaan menjadi ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2006-2010.

 

Karier politiknya tidak berhenti di sana, pada tahun 2010, ia kemudian menjabat tenaga ahli dewan di Komisi 6 fraksi PKS. Tahun 2018 diusung menjadi calon kepala daerah dan 2019 mengikuti pemilihan legislatif tingkat provinsi.

 

Ridwan berhasil mendulang 15 ribu suara dan dilantik menjadi anggota DPRD Sumbar periode 2019-2024. Tidak ingin jumawa, ia berhasil menjadi perwakilan rakyat yang mendedikasikan diri untuk membuat program yang mensejahterakan masyarakat.

 

“Selama lima tahun masa jabatan, saya tidak pernah menyentuh gaji bulanan untuk pribadi. Melainkan saya salurkan melalui program yang membantu masyarakat seperti bidang dakwah, pendidikan dan santunan kepada anak yatim,” ungkapnya.

 

Tahun ini, Ridwan kembali mencoba peruntungannya di kancah kepala daerah dengan mencalonkan diri sebagai wakil Wali Kota Pariaman. Ia berkomitmen, memajukan bidang ekonomi, kesehatan, spiritual dan pendidikan di Kota Pariaman.

 

“Begitu juga, program pariwisata yang telah ada, saya bertekad melanjutkannya agar lebih dahsyat dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, ekonomi hidup, sehingga masyarakat sejahtera dan tidak khawatir akan pendidikan dan masa depan anaknya,” papar Ridwan. (*)