Olahraga

Mandul di Lini Depan, Arema FC Kembali Tersungkur di Gianyar

153
×

Mandul di Lini Depan, Arema FC Kembali Tersungkur di Gianyar

Sebarkan artikel ini
Arema
Mandul di Lini Depan, Arema FC Kembali Tersungkur di Gianyar

GIANYAR, ONtime.ID — Arema FC kembali gagal menemukan momentum kebangkitan pada pekan ke-16 Super League 2025–2026. Setelah takluk di kandang sendiri dari Persita Tangerang, Singo Edan kembali menelan kekalahan saat bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (4/1).

Gol tunggal Kadek Agung pada menit ke-49 cukup untuk mengamankan kemenangan tuan rumah sekaligus memaksa Arema FC pulang ke Malang tanpa poin. Kekalahan beruntun ini memperpanjang catatan negatif Arema FC dan menegaskan masalah klasik di sektor penyerangan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengaku kecewa berat dengan hasil akhir pertandingan, meski menilai anak asuhnya tampil cukup baik pada babak pertama.

“Saya kecewa dengan hasil akhir. Kami bermain cukup baik di babak pertama, tapi sepak bola ditentukan oleh hasil,” ujar Marcos Santos usai laga.

Menurutnya, Arema FC kembali mengulang kesalahan yang sama seperti saat kalah dari Persita Tangerang. Dominasi permainan tak mampu diterjemahkan menjadi gol akibat tumpulnya lini depan.

Absennya striker utama Dalberto Luan kembali terasa signifikan. Sejumlah pemain yang dipercaya mengisi lini serang, seperti Dedik Setiawan, Valdeci, Ian Puleio, hingga Razza Fachrezi yang masuk di menit akhir, gagal menembus rapatnya pertahanan Bali United.

“Kami punya peluang matang dan seharusnya bisa mencetak gol. Tapi kenyataannya kami kesulitan. Ini tidak bisa saya terima, saya tidak senang dengan hasil ini,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.

Keprihatinan Marcos Santos sejalan dengan evaluasi manajemen Arema FC. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, sebelumnya telah mengisyaratkan rencana mendatangkan tambahan pemain di sektor penyerangan pada bursa transfer putaran kedua.

Langkah tersebut disiapkan sebagai antisipasi absennya Dalberto Luan, yang saat ini masih berada di Brasil untuk mengurus visa keluarga yang akan dibawanya ke Malang.

“Kami sudah menyiapkan back-up untuk Dalberto di putaran kedua. Pemain ini bisa bermain sebagai penyerang tengah maupun sayap kiri. Gaya mainnya mirip Charles Lokolingoy,” ungkap Yusrinal.

Manajemen menilai performa Dedik Setiawan dan Razza Fachrezi belum memenuhi ekspektasi, sehingga kehadiran penyerang baru diharapkan mampu meningkatkan daya gedor tim.

Sementara itu, hasil kemenangan atas Arema FC mengangkat Bali United ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari lima kemenangan, enam hasil imbang, dan empat kekalahan. Arema FC tertahan di posisi ke-11 dengan 18 poin, hasil dari empat kemenangan, enam seri, dan lima kekalahan.

Jika tak segera dibenahi, ketajaman lini depan berpotensi menjadi batu sandungan serius bagi Arema FC dalam persaingan papan tengah Super League musim ini. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID