Kriminal

Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Empat Pelaku Ditangkap di Aceh dan Sumut

587
×

Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Empat Pelaku Ditangkap di Aceh dan Sumut

Sebarkan artikel ini
Pembunuhan
Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Empat Pelaku Ditangkap di Aceh dan Sumut

PEKANBARU, ONtime.ID — Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Dumaris Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, akhirnya terungkap. Polisi menangkap empat pelaku yang diduga terlibat dalam perampokan disertai pembunuhan berencana terhadap korban. Yang mengejutkan, otak pelaku ternyata adalah mantan menantu korban sendiri, Anisa Florensia Tumanggor (21) atau AFT.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau pada Sabtu (2/5/2026) di dua lokasi berbeda. Dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan empat pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial SL alias Selamet (34), EW alias Erwandi alias Iwan (39), AFT alias Anisa (21), dan L alias Lisbeth (22).

“Ini adalah kasus pembunuhan berencana dan pencurian. Empat orang pelaku telah kami tangkap,” kata Pandra dalam konferensi pers di Polresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

[irp posts=”35856″ ]

Menantu Korban Jadi Dalang

Dari hasil penyidikan, AFT diduga menjadi perencana utama pembunuhan tersebut. Ia diketahui pernah menikah dengan Arnold Meha, anak pertama korban, pada 2022 sebelum meninggalkan rumah keluarga korban pada 2023.

Menurut polisi, setelah pergi dari rumah mertuanya, AFT tinggal di Medan dan bekerja di tempat hiburan malam serta spa. Di sana ia menjalin hubungan dengan SL dan menikah siri. Polisi juga menyebut pasangan tersebut kerap mengonsumsi narkoba.

“Otak pelaku adalah AFT. Dia yang merencanakan seluruh aksi ini,” ujar Pandra.

AFT disebut menyimpan dendam kepada keluarga korban karena merasa sakit hati selama tinggal sebagai menantu di rumah tersebut.

Eksekusi Sadis di Dalam Rumah

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menjelaskan para pelaku telah tiba di Pekanbaru sejak 25 April 2026 dan menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau.

Awalnya mereka hanya berencana merampok rumah korban. Namun rencana itu berkembang menjadi aksi pembunuhan terhadap seluruh penghuni rumah, termasuk Arnold Meha yang merupakan suami sah AFT dan diketahui berkebutuhan khusus.

[irp posts=”35850″ ]

Pada hari kejadian, 29 April 2026, AFT menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Setelah itu, AFT bersama Lisbeth masuk ke rumah korban.

“Sampai di rumah, pelaku sempat bersalaman dan mencium tangan korban. Korban bahkan sempat bertanya kenapa sudah lama tidak datang,” ujar Hasyim.

Tak lama kemudian, SL masuk ke rumah dengan berpura-pura menagih uang taksi online. Ia membawa balok kayu yang sebelumnya sudah dipersiapkan dari hotel tempat mereka menginap.

Tanpa banyak bicara, SL langsung menghantam kepala dan dada korban berkali-kali hingga tewas di tempat. Jasad korban kemudian diseret ke kamar mandi.

Setelah pembunuhan terjadi, SL dan EW merusak kamera CCTV rumah untuk menghilangkan jejak.

Anak Korban Nyaris Ikut Dibunuh

Saat pembunuhan berlangsung, Arnold Meha tiba di rumah. Namun ia dialihkan oleh AFT dan Lisbeth agar tidak melihat kondisi ibunya yang sudah meninggal.

Arnold kemudian dibawa EW menggunakan sepeda motor menuju Minas, Kabupaten Siak. Polisi menyebut para pelaku awalnya juga berencana menghabisi Arnold.

“Rencananya Arnold juga akan dieksekusi. Namun di tengah jalan para pelaku panik dan akhirnya membatalkan rencana tersebut,” kata Hasyim.

[irp posts=”35846″ ]

Arnold kemudian ditinggalkan di Minas setelah diberi uang Rp50 ribu untuk pulang ke Pekanbaru.

Dari rumah korban, para pelaku membawa sejumlah barang berharga, di antaranya perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, dan telepon genggam korban.

Sudah Pernah Merampok Rumah Korban

Polisi juga mengungkap bahwa aksi pembunuhan ini bukan kejahatan pertama yang dilakukan AFT dan SL terhadap keluarga korban.

Pada 8 April 2026, keduanya diketahui sudah lebih dulu merampok rumah Dumaris Sitio dan berhasil membawa kabur uang Rp4 juta saat hanya Arnold berada di rumah.

“Jadi ini aksi kedua mereka. Sebelumnya mereka sudah masuk dan mengambil uang dari rumah korban,” ungkap Hasyim.

Dua Pelaku Ditembak

Usai pembunuhan, keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat menggelar pesta narkoba sebelum berpencar ke beberapa wilayah.

Tim gabungan akhirnya menangkap AFT dan SL di sebuah rumah kontrakan di Aceh Tengah. Sementara EW dan Lisbeth ditangkap di Binjai.

Menurut polisi, dua pelaku laki-laki terpaksa ditembak di bagian kaki karena melawan saat proses penangkapan.

[irp posts=”35842″ ]

“Dua pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada petugas,” tegas Hasyim.

Kini keempat pelaku telah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain para tersangka utama, polisi juga memeriksa tiga orang lainnya, yakni Arnold Meha, Rahmat Anton Tumanggor, dan Wahyu Aman Hasugian. Ketiganya diperiksa karena diduga memiliki hubungan dengan pelaku utama, namun sejauh ini mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi pembunuhan tersebut. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID