Ekonomi

OJK Pasang Target Ambisius: Kapitalisasi Pasar Modal Ditargetkan Tembus Rp25.000 Triliun pada 2031

244
×

OJK Pasang Target Ambisius: Kapitalisasi Pasar Modal Ditargetkan Tembus Rp25.000 Triliun pada 2031

Sebarkan artikel ini
OJK
OJK Pasang Target Ambisius: Kapitalisasi Pasar Modal Ditargetkan Tembus Rp25.000 Triliun pada 2031

JAKARTA, ONtime.ID — Pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), , mematok target ambisius bagi pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan. Ia menargetkan kapitalisasi pasar bursa nasional dapat mencapai Rp25.000 triliun pada 2031, atau setara sekitar 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Target tersebut disampaikan Hasan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota Dewan Komisioner OJK di hadapan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Sebagai arah penerapan visi tersebut, kami menetapkan proyeksi kinerja strategis lima tahun ke depan hingga 2031. Targetnya kapitalisasi pasar dapat mencapai Rp25.000 triliun atau sekitar 80 persen dari PDB nasional,” ujar Hasan dalam paparannya.

[irp posts=”34658″ ]

Selain meningkatkan nilai kapitalisasi pasar, Hasan juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia mencapai Rp35 triliun per hari. Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring meningkatnya jumlah perusahaan tercatat (emiten) serta bertambahnya dana kelolaan dari para investor.

Hasan mengakui bahwa target kapitalisasi pasar Rp25.000 triliun bukanlah capaian yang mudah. Namun ia menilai pasar modal Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama dengan memperluas instrumen investasi di luar produk berbasis saham.

Menurutnya, penguatan pasar dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai instrumen lain seperti surat utang dan produk keuangan derivatif.

Ia mencontohkan struktur pasar di negara lain yang lebih beragam. Di Singapura, misalnya, sekitar 50 persen kapitalisasi pasar berasal dari instrumen utang, bukan hanya dari saham.

“Kita masih memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai instrumen keuangan lain di luar equity-based product, termasuk derivatif dan instrumen utang,” jelasnya.

[irp posts=”34655″ ]

Uji Kelayakan 10 Kandidat

Dalam agenda uji kelayakan tersebut, Hasan tidak sendiri. Ia menjadi salah satu dari 10 kandidat calon Anggota Dewan Komisioner OJK yang mengikuti proses seleksi di DPR.

Selain Hasan Fawzi, kandidat lainnya antara lain **Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, serta Anton Daryono.

Proses uji kelayakan ini menjadi tahap penting dalam menentukan komposisi baru pimpinan OJK yang akan bertanggung jawab mengawasi sektor jasa keuangan nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Saat ini Hasan Fawzi menjabat sebagai pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK menggantikan Inarno Djajadi yang mengundurkan diri pada akhir Januari 2026.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK.

[irp posts=”34652″ ]

Dengan target ambisius yang disampaikan dalam uji kelayakan tersebut, Hasan menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur pasar modal Indonesia agar lebih dalam, inklusif, dan mampu menjadi salah satu pilar utama pembiayaan ekonomi nasional. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID