PADANG PANJANG, ONTIME.ID — Pemerintah Kota Padang Panjang kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Pesisir Selatan.
Bantuan yang diberikan berupa sembako dan keperluan harian senilai Rp72.179.500 dan juga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padang Panjang memberikan uang tunai Rp10 juta.
Paket bantuan ini berupa sembako seperti beras, telur, mie instan, minyak goreng, biskuit, teh, kopi, gula, garam, sarden, peralatan mandi, air mineral, peralatan dapur, pakaian dan perlengkapan sekolah.
Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra menyampaikan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan donasi dari berbagai elemen. Seperti ASN dan masyarakat Padang Panjang, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
“Meskipun tidak banyak yang kami berikan, semoga ini bisa membantu dan meringankan kesedihan ibu-ibu atau korban yang terdampak dari bencana,” kata Sonny.
Bantuan diserahkan Sonny kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Mawardi Roska.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang, karena telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang menjadi korban banjir dan longsor di Pessel akibat hujan deras yang terjadi pada 7-8 Maret lalu,” tutur Mawardi.
Ia juga menjelaskan, dari 29 korban, sampai hari ini masih ada satu korban lagi yang masih belum ditemukan. Yaitu warga Kabupaten Padang Pariaman yang hendak pulang dari Bengkulu ke Pariaman. Mobil yang ditumpanginya hanyut saat banjir terjadi.
Selain bantuan materiil, Kota Padang Panjang melalui iSatpol PP Damkar juga telah mengirim enam personel ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.
Kepala Satuan Pol PP Damkar Padang Panjang, Benny menyebutkan, penugasan ini untuk membantu pemulihan kondisi fasilitas umum dan penyediaan air bersih bagi saudara kita yang terdampak di Pessel pascabencana.
“Ini sebagai bentuk kepedulian kita. Hari ini mereka sudah mulai giat di Desa Ampalu, Surantih Kecamatan Sutera, melakukan penyemprotan sisa-sisa endapan lumpur. Fokusnya membersihkan sekolah, sesuai permintaan warga setempat agar mereka bisa tinggal sementara sambil membersihkan rumah masing-masing,” tuturnya.
Pihaknya berharap dengan pengerahan personel ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan pascabanjir di Pessel.
“Kita harap anggota yang berangkat dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan, Walaupun berpuasa niatkan ini menjadi ladang amal,” harapnya.
Untuk tahap pertama, tambah Benny, pelaksanaan tugas direncanakan selama enam hari. “Jika masih dimungkinkan untuk diperpanjang kita lihat kondisi dan perkembangan seminggu ini dulu,” ungkapnya. (vand)












