Kab. Padang Pariaman

Padang Pariaman Menuju Kabupaten Zero Stunting

326
×

Padang Pariaman Menuju Kabupaten Zero Stunting

Sebarkan artikel ini
Stunting
Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024 di Hall Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman, Parit Malintang, Senin (19/8).

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID- Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Padang Pariaman mengalami penurunan.

 

Penurunan ini masuk dalam empat besar terbaik di tingkat Provinsi Sumbar, dengan kata lain Padang Pariaman adalah satu dari lima kabupaten/ kota yang selalu mengalami tren penurunan signifikanstunting selama tiga tahun terakhir.

 

Hal ini, diungkapkan Bupati Padang Pariaman saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024 di Hall Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/8).

 

Didampingi Kepala DPPKB Elfi Delita yang juga Sekretaris TPPS Padang Pariaman, Suhatri Bur menyebut masih ada tugas berat untuk menurunkan angka stunting di Padang Pariaman, hingga minimal 14 persen sesuai dengan target nasional dari Presiden.

 

“Kita masih harus bekerja keras, berdasarkan instruksi Presiden, bahwa pada tahun 2024 angka prevalensi stunting harus menjadi 14 persen. Dalam sisa waktu lebih kurang empat bulan ini sangat diperlukan upaya bersama dalam penurunan stunting,” pintanya.

 

Dalam kegiatan yang menyasar Satgas Stunting dan camat se-Kabupaten Padang Pariaman serta Penyuluh KB se- Kabupaten Padang Pariaman itu, Suhatri Bur berpesan agar pencegahan stunting tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh.

 

Suhatri bur juga mengingatkan perlunya menjalin kolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai pihak, karena menurutnya masalah stunting turut dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Elfi Delita melaporkan bahwa intervensi penurunan stunting sudah dilakukan mulai dari hulu yaitu kepada remaja, calon pengantin dan ibu hamil sampai kepada anak batita agar 1000 hari pertama kehidupan (1000 HKP) berjalan optimal, baik dari segi kesehatan dan juga menyangkut pola asus yang diterapkan.

 

“Kita sudah memulai dari dasar atau dari hulu, yang menjadi target kita adalah usia remaja, calon pengantin, ibu hamil dan Batita dimasa 1000 HPK,” sebutnya.

 

Dia menegaskan, hal ini dilakukan agar di tahun 2024 ini tidak ada lagi Ibu yang melahirkan bayi beresiko stunting, sehingga Padang Pariaman bisa menjadi kabupaten zero stunting. (vand)