Padang Panjang

Padangpanjang Kebut Revitalisasi Gedung Sekolah

637
×

Padangpanjang Kebut Revitalisasi Gedung Sekolah

Sebarkan artikel ini
padangpanjang
Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran saat meninjau revitalisasi sekolah di Kota Padangpanjang.

PADANG PANJANG, ONTIME.ID – Pemerintah Kota Padangpanjang mengebut proses pengerjaan revitalisasi pembangunan sekolah.

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Serambi Mekkah tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano saat meninjau revitalisasi sejumlah gedung SD dan SLTP, Senin (29/8). Ia menyebutkan, program revitalisasi  gedung sekolah pada tahun ini dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Fadly Amran turun langsung melakukan kunjungan ke beberapa sekolah itu untuk memastikan pengerjaan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala. “Kita memantau pembangunan sejumlah gedung sekolah, memastikan pekerjaan dapat diselesaikan 100 persen. Kalau ada yang perlu ditambahkan, insya Allah akan kita tambahkan pada anggaran perubahan,” tuturnya.

Fadly berharap lewat peningkatan infrastruktur, prestasi sekolah pun dapat terpacu. “Revitalisasi gedung-gedung dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sekolah beserta  siswanya,” ujarnya.

Dalam pantauan lapangan itu, Fadly yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. M. Ali Tabrani, M.Pd, pejabat terkait, melakukan tinjauan ke SDN 09 Padang Panjang Timur (PPT), SDN 06 Padang Panjang Barat (PPB), SMPN, 3, SMPN 4, SDN 03 serta SDN 04 Guguk Malintang.

Kepala SDN 09 PPT, Nur Hayati, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Pemko membangun gedung sekolah baru. Dirinya berharap pembangunan sekolah bisa kembali dianggarkan, membatasi ruang lingkup sekolah terpisah dengan SMPN 3.

“Nantinya sekolah SD dan SMP terpisah, dibatasi pagar. Ini adalah kebutuhan yang sangat penting. Secara psikologis, SD dan SMP hendaknya jangan satu komplek. Dikhawatirkan terpengaruh dengan tingkah laku remaja SMP. Kurang nyaman juga untuk anak-anak,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komite, Noviendy Katik Majo Lelo. Dikatakannya, usulan ini sudah lama sejak 2008. Namun baru terealisasi pada 2021.

“Ini sudah tuntutan. Banyak keluhan orang tua. Kita berharap anggaran tambahan untuk memagar sekolah agar terpisah dengan gedung SMPN 3 dan menyelesaikan kekurangan pembangunan,” ujarnya. (*/red)