PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — SMP Negeri 1 Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, tengah membangun sebuah mushalla sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan siswa di lingkungan sekolah. Pembangunan mushalla ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas religius para siswa, seperti salat berjamaah, tadarus, dan pembelajaran agama.
Kepala SMPN 1 Sintuk Toboh Gadang, Zul Helmi, S.Pd, MM, didampingi oleh Ketua Panitia Pembangunan Mushalla, menyampaikan bahwa pembangunan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah, termasuk dukungan dari orang tua siswa. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diminta dari wali murid bersifat sukarela, tanpa ada unsur paksaan.
“Kami mengajak seluruh wali murid untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan mushalla ini, tentunya dengan prinsip sukarela dan sesuai kemampuan masing-masing. Mushalla ini sangat penting untuk mendukung pembinaan karakter dan keagamaan siswa,” ujar Zul Helmi.
Ketua panitia pembangunan mushalla Deki Fernando menjelaskan, bahwa ide membangun mushalla ini muncul karena keprihatinan melihat siswa yang terpaksa melaksanakan salat di ruang kelas. “Kami alumni merasa terpanggil. Tapi karena keterbatasan dana, kami meminta bantuan secara sukarela melalui koordinasi dengan kepala sekolah dan wali murid. Tidak ada unsur paksaan. Mushalla ini kami bangun untuk adik-adik dan generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid yang juga alumni, Media, warga Korong Balai Usang Sintuak, menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan ini. “Anak-anak kita sekarang jam belajarnya bertambah, mereka butuh tempat ibadah yang layak. Mushalla sangat dibutuhkan, tidak mungkin terus-menerus menggunakan ruang kelas,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Feby, bahwa pembangunan mushalla ini adalah inisiatif alumni. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam sumbangan yang diminta kepada wali murid.
“Kami tegaskan, ini bukan program sekolah, melainkan program alumni. Sekolah hanya memfasilitasi koordinasi karena panitia tidak selalu berada di lokasi,” jelas Feby.
Saat ini, pembangunan mushalla sudah mulai berjalan , pihak sekolah berharap dengan adanya mushalla, kegiatan keagamaan siswa dapat lebih terfasilitasi dengan baik, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan berakhlak mulia.
Panitia pembangunan bersama pihak sekolah terus mengupayakan koordinasi dan keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga semua pihak dapat memantau perkembangan dan turut memberikan kontribusi sesuai kemampuan. (*)













