Kab. Pesisir Selatan

Pemkab Pessel Rencanakan Pengembangan Pelabuhan Panasahan

541
×

Pemkab Pessel Rencanakan Pengembangan Pelabuhan Panasahan

Sebarkan artikel ini
Pessel
Pemkab Pessel Rencanakan Pengembangan Pelabuhan Panasahan

PESSEL, ONTIME.ID—Upaya pengembangan Pelabuhan Panasahan, Pesisir Selatan (Pessel) masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel. Saat ini, Pemkab Pessel masih terus berusaha melengkapi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar menyebut, persyaratan tersebut sebagai tindak lanjut pengembangan kawasan darat dan fasilitas Pelabuhan, seperti percepatan pengadaan lahan. Saat ini sebagian diantaranya sudah dibebaskan. “Beberapa waktu lalu sertifikat lahannya telah diserahkan pada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur,” ujarnya, Rabu (12/7).

Kementerian Perhubungan menegaskan bakal memulai kegiatan pengembangan pelabuhan Panasahan pada 2024. Kegiatan tersebut juga telah mendapatkan dukungan dari Komisi VI DPR RI.

Rencana pengembangan itu terungkap saat audiensi Rusma Yul Anwar dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi di Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan itu, Pemkab diminta menyiapkan sejumlah persyaratan.

Selain ketersediaan lahan, Pemkab juga sedang menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengelola, dengan menggandeng pihak ketiga. Keberadaan badan pengelola dengan harapan daerah memiliki penerimaan dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penunjang pembangunan dari laba usaha pengelolaan pelabuhan.

Kemenhub tidak menginginkan daerah dan masyarakat, khususnya di sekitar kawasan hanya menjadi penonton dari kegiatan usaha di kawasan pelabuhan, sehingga hanya mendapatkan abu saja. “Kalau untuk Detail Enginering Design (DED) sudah siap,” terang bupati.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan rencana bisnis pelabuhan ke depannya. Dengan demikian, kegiatan pengembangan sesuai dengan kebutuhan dan rencana bisnis pelabuhan.

Sesuai rencana pelabuhan Panasahan Painan bakal dijadikan sebagai pelabuhan perdagangan, mengingat posisinya yang strategis di Samudera Hindia, khususnya sebagai terminal crude palm oil (CPO).

Bahkan kini dalam program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, status Panasahan naik menjadi penyanggah Teluk Bayur dari yang dulunya hanya tercatat sebagai pengumpan. “Panasahan juga dekat dengan Mentawai. Sebagian besar kebutuhan material pembangunan di kabupaten kepualauan itu dipasok dari Pessel,” kata Rusma.

Ia berharap dengan siapnya Panasahan semoga kawasan pantai barat Sumatera mengulangi kejayaan masa lalunya sebagai primadona jalur perdagangan, khususnya ke negara-negara Eropa dan Amerika.

Pengembangan pelabuhan Panasahan pada 2018 sempat gagal karena tidak mampunya pemerintah sebelumnya menyiapkan lahan, sesuai yang dipersyaratkan Kemenhub, yakni seluas 7 hektare. Akibatnya pemerintah pusat mengalihkan kegiatan pembangunan ke Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat. (vand)