“Kalau kondisi jalannya terang, pengguna kendaraan yang melintas malam hari pastinya merasa aman dan nyaman. Selain itu, laka lantas minim begitu juga dengan tindakan kejahatan jalanan,” ujarnya.
Dikatakannya, pada musim mudik lebaran tahun 2018 lalu, pernah ada kejadian pemudik menggunakan sepeda motor menjadi korban pembegalan di Jalinsum yakni di sekitar Umbul Kates, Tanjungan.
Korban mengalami luka bacok di kepala, sepeda motor dan barang berharga lainnya dirampas. Beruntung korban selamat dan pelaku begal ditangkap polisi.
“Mudah-mudahan mudik lebaran tahun 2022 ini, tidak ada kejadian serupa yang menimpa pemudik khususnya pemotor. Harapannya, pemerintah atau instansi terkait segera memperbaiki PJU yang mati di sejumlah titik Jalinsum tersebut,” ungkapnya.
Selain gelap, kondisi aspal jalan juga bergelombang. Ini karena jalan di sepanjang arteri Jalinsum Lampung Selatan yang sebelumnya banyak berlubang, tidak dilakukan perbaikan menyeluruh. Lubang-lubang hanya ditambal.
“Mestinya ditambalnya beberapa meter, jangan hanya di titik berlubang itu saja,” kata Santo, salah seorang warga Kecamatan Sidomulyo.
Menurutnya, jalan yang bergelombang ini hampir sama juga dengan jalan berlubang, karena membuat pengguna jalan khususnya pengendara motor (pemotor) tidak nyaman saat berkendara dan tetap harus hati-hati saat berkendara melintas di Jalinsum tersebut. (*/red)













