PADANG, ONTIME.ID–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang tahun ini melakukan pengerjaan drainase, irigasi dan sungai di beberapa titik. Rata-rata pengerjaan telah selesai sekitar 95 hingga 100 persen menjelang akhir Desember ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Tri Hadiyanto melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan irigasi PUPR Nico Lesmana menyebutkan, pagu anggaran awal pengerjaan bidang ini sebesar Rp26 miliar, namun setelah direfokusing menjadi sebesar Rp18,5 miliar. Kemudian, untuk pagu terkontrak hanya menjadi sebesar Rp12 miliar.
“Meski pagu anggaran awal Rp26 miliar direfokusing menjadi Rp12 miliar, pengerjaan bisa berjalan sesuai dengan waktu kontraknya. Sebagian besar sudah ada yang selesai 100 persen, dan masih ada yang masih berjalan namun sudah melebihi 95 persen. Kami perkirakan akan selesai hingga akhir tahun ini,” ucap Nico, Senin (5/12).
Ia menyebutkan, untuk pengerjaan drainase berada di kawasan Arai Pinang, kawasan Lapai dan kawasan Merak Air Tawar Barat, kawasan Cendana Mata Air lanjutan tahun lalu, Kawasan SMA 5 Balai Baru Kuranji, kawasan Koto Kaciak Padang Selatan lanjutan tahun lalu, kawasan Parupuak Tabiang, dan Bungo Pasang Koto Tangah.
“Pengerjaan drainase itu merupakan peningkatan, pembangunan dan rehabilitasi. Untuk drainase memang selalu menjadi keluhan masyarakat. Baik itu terjadi penyumbatan yang harus diperbaiki, penggerukan di tempat yang memang rawan maupun pembuatan drainase baru jika ada perbaikan jalan,” tambah Nico.
Ia melanjutkan, untuk pengerjaan irigasi sebesar Rp2 miliar berada di kawasan Koto Lalang Lubuk Kilangan (Luki), daerah irigasi Koto Lalang, Cupak Pauah peningkatan dan rehab irigasi.
“Untuk irigasi ini bangunan sudah ada ditingkatkan seperti diperbesar. Tidak ada yang membuat baru,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk pengerjaan sungai tahun ini, kata Nico hanya memperkuat tebing sungai. Berada di Komplek Griya Insani Luki dan dua titik lainnya dengan anggaran sebesar Rp1 miliar.
Ia berharap, dengan dilakukannya perbaikan drainase, irigasi dan sungai saat ini masyarakat sekitar bisa menjaganya setelah itu dengan tidak melakukan hal yang bisa membuat tersumbatnya drainase. Kemudian, bagi kawasan yang bermasalah dengan drainase di sekitarnya bisa melaporkannya segera untuk ditindaklanjuti.
“Bagi yang melapor tentu kita lakukan pengecekan terlebih dahulu. Kemudian kita akan ajukan anggaran dan proses lainnya,” tandasnya. (*/red)













