PADANG, ONTIME.ID— Berbagai program pembangunan daerah di Kepulauan Mentawai terus dikebut oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta kabupaten. Terutama dalam mendukung Kepulauan Mentawai keluar daerah satatus daerah tertinggal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatra Barat, Medi Iswandi mengatakan, sejauh ini upaya untuk mengeluarkan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari status 3 T, telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat Maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui sejumlah program.
Ia menyampaikan program prioritas dan strategis yang tengah dipercepat di Kepulauan Mentawai adalah pembangunan dan pembenahan berbagai infrastruktur transportasi darat,laut dan udara menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Saat ini masih berlangsung pembangunan jalan raya Trans Mentawai untuk mendukung peningkatan konektivitas, lalu membangun dan mengembangkan Bandara Rokot, serta mengembangkan sejumlah pelabuhan,” ujarnya kepada ONTIME.ID Minggu (17/7).
Selain itu, kata Medi, pemerintah pusat juga sudah menyalurkan dana bantuan stimulan untuk pembangunan perumahan swadaya dan pembangunan jaringan saluran air bersih baku di Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai
Medi menambahkan, Pemprov Sumbar juga sudah memiliki berbagai program pembenahan di sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur transportasi darat, dan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Pada sektor pendidikan, Pemprov tengah berupaya membangun sarana, prasarana dan utilitas sekolah di Mentawai, kemudian memberikan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga pendidikan yang ada di sana, ” ucapnya. Menurutnya, dengan pembenahan pada sektor pendidikan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Medi menambahkan, pembangunan Kepulauan Mentawai juga didorong dengan program penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, program hutan sosial, dan juga melalui pengembangan kawasan perikanan tangkap dengan komoditas utama Ikan Kerapu, budidaya rumput laut dan kerang mutiara.
“Kemudian juga kita coba memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Mentawai, salah satunya dengan mengupayakan terciptanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mentawai, serta mewujudkan destinasi pariwisata yang mencakup wilayah Sipora, Siberut, Pagai Utara dan Pagai Selatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Penanggung Jawab (PJ) Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan mengatakan, status tiga 3 T yang disandang oleh salah satu Kabupaten terluar di Sumbar itu, salah satu faktornya disebabkan oleh letak geografis Kabupaten Kepulauan Mentawai terpisah dari daratan utama pulau Sumatra, serta dikelilingi lautan luas yang berjarak sekitar 158 Kilometer atau 94,8 Mil dari Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumbar.













