DHARMASRAYA, ONTIME.ID—Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XI Tingkat Kabupaten Dharmasraya telah usai.
Gelaran MTQ ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam serta menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan sekaligus petunjuk jalan dan pedoman hidup. Dengan membaca dan menghayati Al-Qur’an secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari ibadah dan amal kebaikan dalam kehidupan.
Itulah harapan besar Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan sekaligus Ketua APKASI itu. Ia mendukung penuh gelaran MTQ, bahkan ia meletakkan mantan Camat Koto Baru, Berlian Oemar yang sudah teruji sebelumnya di Kecamatan Padang Laweh, guna menyukseskan MTQ Nasional XI Tingkat Kabupaten Dharmasraya ini.
Pembukaan MTQ Nasional XI Kabupaten Dharmasraya pada Kamis (27/10) di Lapangan Sepakbola SP 5, Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh berlangsung meriah. Ribuan orang dari 11 kecamatan se-Dharmasraya datang berbondong-bondong untuk menyaksikan upacara pembukaan, serta melepas kafilah untuk berlomba memperebutkan posisi terbaik.
Di mana akhirnya, Kecamatan Koto Baru yang sebelumnya memegang piala Juara Umum, untuk kali ini, Kecamatan Pulau Punjung dengan persiapan ekstra berhasil menyabet trofi Juara Umum itu. Begitu pula tuan rumah Padang Laweh, pada MTQ sebelumnya pada posisi buncit, pada MTQ kali ini berhasil naik ke posisi ke-4.
Sutan Riska Tuanku Kerajaan didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, diwakili Kabid, Zakat, Infaq, dan Wakaf, Yusrizal; Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Paryanto; Dandim 0310/SSD, Letkol Endik Hendra Sandi; Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurhadiansyah; beserta unsur Forkopimda lainnya secara bersama menabuh bedug sebagai tanda dihelatnya MTQ XI Dharmasraya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencanangkan gerakan “Tiada Hari Tanpa bacaan Al-qur’an”. Mari bersama bulatkan tekad untuk selalu membaca Al-Qur’an,” kata Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang akan maju pada Pilgub Sumbar mendatang.
Ia minta momentum MTQ dapat dijadikan sebagai tonggak dalam rangka membina qori dan qoriah, hafiz dan hafizah untuk lebih berkualitas dan mampu bersaing pada MTQ baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Kepada pengurus LPTQ juga saya minta untuk segera menyusun program strategis dan terencana dalam pembinaan qori dan qoriah ke depan,” katanya.
Rajo Koto Besar itu menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada peserta yang tergabung dalam kafilah MTQ 11 kecamatan. “Para pemenang insya Allah akan mewakili Dharmasraya untuk MTQ Tingkat Sumbar Tahun 2023 yang berlangsung di Kabupaten Solok Selatan,” ujarnya.
MTQ XI ini diikuti 1.000 orang kafilah, yang terdiri dari peserta lomba, pelatih, dan ofisial dengan mempertandingkan 10 cabang lomba. Perlombaan dipertandingkan di 14 venue yang tersebar di seluruh nagari se-Kecamatan Padang Laweh.
Kesuksesan MTQ XI ini tidak terlepas dari perhatian semua pihak, baik tokoh masyarakat, pihak swasta, serta masyarakat yang sudah ikut menyediakan pemondokan para kafilah sebanyak 28 lokasi yang terdiri dari rumah warga dan mes perusahaan perkebunan yang beroperasi di Padang Laweh.
Kesuksesan MTQ di Padang Laweh merupakan suatu bukti bahwa Padang Laweh pada masanya merupakan pusat pengembangan Islam di aliran Batanghari Dharmasraya.
Selain menggelar 10 cabang lomba, MTQ kali ini juga dimeriahkan dengan bazar sembako murah, pameran UMKM, donor darah, dan sunatan masal. Sutan Riska Tuanku Kerjaan juga menghimbau ASN dan seluruh masyarakat untuk turut meramaikan semua venue selama kegiatan berlangsung.
Kesuksesan MTQ Nasional XI Tingkat Kabupaten Dharmasraya di Padang Laweh yang ditutup oleh Sekdakab Dharmasraya, Adlisman dibuktikan dengan tingginya antusiasme masyarakat Dharmasraya untuk menyaksikan semua penampilan kafilah yang berlangsung di 14 venue itu. Sebanyak 58 kategori dari 10 cabang lomba berlangsung aman tertib dan lancar.
Selain itu, ekonomi masyarakat setempat turut bergerak, terutama di sektor UMKM. Transaksi jual beli pedagang makanan meningkat dan ikut merasakan berkah helat dua tahunan ini.
Keluar sebagai juara umum MTQ adalah Kecamatan Pulau Punjung, disusul Kecamatan Koto Salak di posisi kedua, Kecamatan Sitiung di posisi ketiga, kemudian tuan rumah Kecamatan Padang Laweh di posisi keempat, dan Kecamatan Koto Baru di posisi kelima.









