Kesehatan

PERKI Padang Gelar Workshop Pengobatan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

1070
×

PERKI Padang Gelar Workshop Pengobatan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Sebarkan artikel ini
perki
Dr. dr. Eka Fithra Elfi, Sp. JP(K)

PADANG, ONTIME.ID — Persatuan Dokter Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) menggelar Workshop Pengobatan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang digelar di Grand Zuri Hotel, Padang.

Dr. dr. Eka Fithra Elfi, Sp. JP(K) iya juga sebagai ketua pelaksana, Worshop dan simposium cardivas cular padang yang ke 9. Tujuan diadakan Worshop ini adalah suatu kegiatan berkala dilakukan oleh bagian kardiologi dan fakultas kedokteran unand bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Vascular  Indonesisa ( PERKI ) tujuannya adalah memberikan afdate ilmu tata laksana penyakit jantung dan pembuluh darah, kata Dr. Eka pada awak media hari rabu, tgl,19-8-2022 saat diwawancarai di Grand Zuri Hotel diwaktu kegiatan Worshop berlangsung.

 

Karena ilmu kedokteran setiap tahunnya selalu berkembang, ada obat baru, ada terapi baru dan ada protokol baru, kita disini adalah memberikan afdate, imformasi-imformasi terbaru kemudian manifres pengetahuan temam-teman sejawat yang tak dikira adalah, profesional medis, dr. Umum, dr. Spesialis, perawat dan yang lain-lainya. Ucap Dr. Eka pada wartawan.

Yang mengadakan ini adalah bagian cardiologi dan kedokteran vascular Fakultas Kedokteran Unand yang bekerja sama dengan  PERKI Cabang padang, yang programnya dikhusus kan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah, bagaimana management jantung dan pembuluh darah terkini, itu yang kita sampaikan di simposiom ini.

 

Cara sistimmatis peredaran jantung dan pembuluh darah karena sekarang kitakan ada beberapa macam cara pengobatan jantung, tapikan pola sipatnya positiftis da menyeluruh, mulai dari pengobatan dengan obot dan pengobatan dengan alat alatnya seperti pasangan ring, pemasangan cincin istilahnya kemudian juga pemberian educasi para pasien bukan makan obat saja terus langsung pulang. Kita harus kasih educasi pola makanan yang benar, olah raga yang benar istirahat yang cukup,dan batasi emosi.

 

Kemudian juga nanti kita harus berkolaborasi dengan bagian -bagian lain yaitu, penyakit dalm paru-paru, syaraf karena penyakit jantung itu jarang yang sendirian biasanya juga ada penyakit tambahan kayak jantung, ada dia betesnya, hipertensinya, kadang ada stroknya juga berkolaborasi dengan bagian-bagian lain seperti itu.

.Pencegahannya cara obot kalau penyakit jantung ini kita mengajarkan dokter-dokter dengan cara singkat, bahwa kalau penyakit jantung mulai dari pencegahan, mulai dari obat obatan atau usaha-usaha kita untuk mencegah penyakit faktor resiko atau hipertensi, dia betes, kolesterol merokok kegemukan itu kita tangani, enduksi serangan obat, karena kalau tidak ditangani dengan baik hipertensi bisa jadi penyakit jantung dan dia betes bisa jadi penyakit jantung jadinya dan semua itu tergantung bagaimana cara menyikapinya.

 

Sehingga kita ajarkan bagaimana mencegah dari penyakit dasar itu atau faktor resiko jangan sampai menjadi penyakit jantung. Kalau untuk hipertensi dan dia betes sekarang sudah ditangani  dari mulai paskes satu sudah bisa menangani cuma nanti tergantung apakah kondisi-kondisinya dengan obat tersendirinya tertangani atau tidak. Ada beberapa fasien hifertensinya bandel, dan gula darahnya tinggi terus, kalau kejadiannya seperti itu bisa dirujuk kepada rumah sakit selanjutnya.

 

Rumah sakit terhadap jantung itu biasanya nanti tujuannya untuk tindakan lebih lanjut dan pemeriksaan lebih lanjut karena tidak semua folkes yang memadai seperti follkes satu jelas tidak memadai. Jadi kalau pemeriksaan lebih lanjut memo pasang ring, pasang cincin dan pemeriksaan USG penyakit jantung itu harus kita rujuk kerumah sakit tingkat dua atau rumah sakit tingkat tiga.

 

Kalau penyakit jantung itu dialami oleh manusia yang berusia lanjut saja karena dialok penyakit regenerative, tapi seksrang dengan kondisi saat ini hefertensi diusia muda sudah banyak ditemukan anak muda sekarang kolesterolnya tinggi, perokoknya kuat, dan kita itu sudah mulai melihat pergeseran pola penyakit itu, dimana  yang muda-muda sudah banyak kena serangan jantung itu terjadi bisa dari pola makanan, dan dengan banyaknya merokok itulah salah satu dari pencetusnya suatu penyakit. (*/aripin)