PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Padang Pariaman dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah titik.
Genangan air merendam rumah warga, fasilitas umum, serta memutus sejumlah akses jalan, terutama di empat nagari terdampak paling signifikan yakni Nagari Sandi Ulakan, Nagari Ulakan Induk, Nagari Kampuang Galapuang, dan Nagari Seulayat Ulakan.
Banjir yang terjadi sejak awal pekan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh. Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara, sementara lainnya harus berjibaku membersihkan rumah yang terendam lumpur. Dalam kondisi ini, kebutuhan pokok dan akses terhadap air bersih menjadi persoalan mendesak.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, Perumda Tirta Anai Kabupaten Padang Pariaman turun langsung ke lapangan dengan menyalurkan bantuan sembako serta satu unit mobil tanki air bersih untuk masyarakat terdampak di empat nagari tersebut.
Bantuan sembako terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula, mie instan, air minum, dan sejumlah kebutuhan harian lainnya yang diprioritaskan untuk keluarga yang mengalami kerusakan rumah atau yang masih berada di lokasi banjir.
Direktur Utama Perumda Tirta Anai, Aznil Mardin, mengatakan bahwa kehadiran Perumda Tirta Anai bukan hanya sebatas penyedia layanan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang harus sigap ketika musibah terjadi.
“Kami bergerak cepat karena memahami betul kondisi masyarakat, terutama ketika intensitas hujan tinggi seperti beberapa hari terakhir. Bantuan sembako ini kami berikan untuk meringankan beban warga, sementara distribusi tanki air bersih kami lakukan karena banyak sumur warga yang tercemar akibat banjir,” ujar Aznil Mardin saat menyerahkan bantuan, Senin (24/11).

Ia menegaskan bahwa bantuan air bersih menjadi salah satu prioritas utama mengingat kondisi pasokan air warga banyak yang terkontaminasi. Kendaraan tanki air bersih yang diturunkan Perumda Tirta Anai telah mengisi beberapa titik penampungan umum dan juga menyuplai air langsung ke rumah-rumah warga yang urgent membutuhkan.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ketika banjir datang, sumur gampang tercemar, sementara kebutuhan air untuk minum, memasak, dan membersihkan rumah tetap besar. Karena itu kami menyiapkan satu unit tanki air bersih untuk berkeliling ke nagari-nagari yang terdampak,” tambahnya.
Proses penyaluran bantuan dilakukan bersama pemerintah nagari, BPBD, serta para relawan setempat. Data penerima bantuan diverifikasi langsung oleh perangkat nagari agar distribusi tepat sasaran dan menyentuh keluarga yang paling terdampak.
Wali Nagari Sandi Ulakan menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Anai yang dinilai cepat tanggap terhadap keadaan darurat di lapangan.
Menurutnya, banjir kali ini cukup parah karena tingginya curah hujan yang tak berhenti selama beberapa hari. Selain merendam rumah, air bah juga menggenangi jalan utama, area pertanian, dan fasilitas publik sehingga menambah beban masyarakat.
Berdasarkan laporan sementara dari aparat nagari, ratusan kepala keluarga terdampak dan puluhan di antaranya masih membutuhkan dukungan logistik maupun air bersih. Pemerintah daerah juga tengah melakukan pendataan lanjut dan menyiapkan langkah pemulihan seperti pembersihan saluran, penyaluran bantuan tambahan, serta perbaikan akses jalan.
Aznil Mardin menyebutkan bahwa Perumda Tirta Anai akan terus melakukan monitoring kondisi banjir dan siap memberikan bantuan lanjutan jika situasi belum membaik.
“Kami berharap kondisi segera pulih, tetapi jika warga masih memerlukan air bersih atau dukungan logistik, kami siap turun lagi. Ini bagian dari komitmen kami kepada masyarakat Padang Pariaman,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan Perumda Tirta Anai tidak hanya dipandang sebagai kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bukti kehadiran BUMD di tengah masyarakat saat situasi kritis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan warga serta meringankan beban mereka sampai aktivitas kembali normal.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, serta masyarakat, proses penanganan banjir di Kabupaten Padang Pariaman diharapkan berjalan lebih cepat dan tertata. Kepedulian berbagai pihak seperti Perumda Tirta Anai menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat di kawasan rawan bencana. (*)













