Padang

Polda Sumbar Siagakan 2.268 Personel

164
×

Polda Sumbar Siagakan 2.268 Personel

Sebarkan artikel ini
polda
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto

PADANG, ONTIME.ID—Polda Sumbar bakal menyiagakan 2.268 orang personel kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan kemaanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumbar menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, ribuan personel Korps Bhayangkara tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu dalam Operasi Ketupat Singgalang 2022 yang akan dilangsungkan.

“Pengamanan tetap kami lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas), kemacetan, kriminalitas, hingga potensi bencana alam. Pada Operasi Ketupat Singgalang tahun ini, personil kepolisian juga akan dibantu 2.342 personel dari instansi terkait,” ujarnya kepada Ontime.id, Jumat (1/4).

Lebih lanjut, Satake juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah kawasan rawan kemacetan dan rawan bencana yang perlu diantisipasi oleh para pemudik yang hendak menggunakan jalur darat.

Adapun kawasan rawan kemacetan tersebut, menurut Satake, ada di empat jalur, yakni di jalur Padang-Bukit Putus-Bungus-Painan, Padang-Solok-Sawahlunto, Padang-Padang Panjang-Singkarak, serta Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

“Rata-rata penyebab kemacetan di jalur-jalur tersebut adalah karena adanya pasar tumpah dan parkir kendaraan masyarakat yang memakan badan jalan raya,” ucapnya.

Untuk itu, ucap Satake melanjutkan, pihaknya melalui jajaran polres dan polsek setempat akan menyiagakan sejumlah personel di jalur-jalur tersebut guna mengantisipasi dan mengurai kemacetan yang mungkin akan terjadi.

Sedangkan untuk jalur rawan bencana yang telah terpetakan, Satake mengatakan bahwa potensi bencana longsor merupakan salah satu yang menjadi perhatian pihaknya untuk diantisipasi pada ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Untuk kawasan rawan longsor, lokasi yang terpetakan ada di Jalan Padang-Solok atau Panorama kilometer 28; Jalan Umum Bukit Tambun Tulang, Malibo Anai; Jalan Raya Bukit Pulai kilometer 12, Pesisir Selatan Pessel; serta di Kelok 44 Maninjau kilometer 141,” ucapnya.

Satake juga memastikan bahwa pada tahun ini tidak ada penyekatan maupun pembatasan bagi para pemudik di perbatasan Sumbar dan provinsi tetangga. “Penyekatan tidak ada. Intinya, pada tahun ini masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes), terutama menggunakan masker,” ucapnya.

 

Kemacetan di Lokasi Balimau

Di samping itu, Polda Sumbar juga telah menyiagakan sejumlah personel di beberapa titik balimau, yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang masuknya bulan puasa. Satake mengatakan, di seluruh wilayah hukum Polda Sumbar telah terpetakan sebanyak 298 lokasi pelaksanaan tradisi balimau, yang terdiri atas lokasi wisata alam, pantai, dan bahari.

Ia merinci, di Padang ada sebanyak 37 lokasi balimau, Solok 24 lokasi, Sawahlunto sembilan lokasi, Tanah Datar 15 lokasi, Padang Panjang 25 lokasi, Solok Selatan 10 lokasi, Pasaman emapat lokasi, Pariaman sembilan lokasi, Dharmasraya lima lokasi, Payakumbuh 21 lokasi, dan Agam sembilan lokasi.

Selanjutnya, di Pasaman Barat 19 lokasi, Kabupaten Solok tujuh lokasi, Bukittinggi 17 lokasi, Sijunjung 13 lokasi, Pesisir Selatan 37 lokasi, Lima Puluh Kota 12 lokasi, Mentawai 16 lokasi, dan Padang Pariaman sembilan lokasi.

Satake juga menyebut, tahun ini pada dasarnya masyarakat dipersilahkan untuk melaksanakan tradisi balimau, namun dengan anjuran tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Tradisi balimau dipersilahkan, begitupun tempat wisata dipersilakan untuk buka. Akan tetapi, sekali lagi kami tetap menghimbau masyarakat untuk mematuhi prokes, terutama penggunaan masker ketika berada di tengah keramaian,” ucapnya. (red)