Nasional

Prabowo Resmikan Kilang Raksasa Rp123 Triliun, Impor BBM Siap Dipangkas

208
×

Prabowo Resmikan Kilang Raksasa Rp123 Triliun, Impor BBM Siap Dipangkas

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Prabowo Resmikan Kilang Raksasa Rp123 Triliun, Impor BBM Siap Dipangkas

JAKARTA, ONtime.ID — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Proyek bernilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp123 triliun ini menandai babak baru industri pengolahan minyak nasional sekaligus menjadi sinyal tegas pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, kilang milik PT Pertamina (Persero) tersebut resmi menjadi kilang terbesar di Indonesia. Kapasitas produksinya melonjak dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, atau bertambah 100.000 barel per hari.

“Saya menyambut peresmian ini dengan rasa bangga. Ini adalah hasil kerja keras banyak pihak. Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja tanpa lelah hingga capaian besar ini bisa terwujud,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Tak sekadar memperbesar kapasitas, RDMP Balikpapan juga membawa lompatan kualitas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kilang ini kini mampu memproduksi BBM standar Euro 5 dengan kadar sulfur hanya 10 part per million (ppm), jauh lebih bersih dibandingkan standar sebelumnya Euro 2 dengan sulfur mencapai 2.500 ppm.

“Sekarang sudah setara Euro 5 dan ini sejalan dengan arah menuju net zero emission,” tegas Bahlil.

Ia menyebut RDMP Balikpapan sebagai proyek strategis nasional yang berdampak langsung pada ketahanan energi. Pemerintah bahkan berencana menghentikan impor solar (gasoil) CN 48 mulai awal 2026, disusul solar CN 51 pada semester II 2026.

Dengan berkurangnya impor BBM, negara diproyeksikan menghemat devisa dalam jumlah besar.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa lebih dari Rp60 triliun, karena ada tambahan produksi 100.000 barel per hari,” ujar Bahlil.

Dari sisi ekonomi, proyek ini juga memberikan efek berantai yang signifikan. Selama fase konstruksi hingga operasional, RDMP Balikpapan menyerap sekitar 24.000 tenaga kerja, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 30 persen. Implementasi penuh proyek ini bahkan diperkirakan mampu mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp514 triliun per tahun.

Meski demikian, Bahlil mengingatkan bahwa tantangan sektor energi belum sepenuhnya selesai. Menurutnya, peningkatan lifting minyak dan gas menjadi pekerjaan rumah terbesar pemerintah agar manfaat hilirisasi migas benar-benar maksimal.

“Dengan RDMP Balikpapan ini, fokus kita ke depan adalah meningkatkan lifting. Ini tantangan paling besar yang harus kita hadapi,” pungkasnya.

Peresmian RDMP Balikpapan tak hanya menambah kapasitas kilang, tetapi juga menjadi penanda perubahan arah kebijakan energi nasional—dari ketergantungan impor menuju kemandirian, dari BBM kotor menuju energi yang lebih bersih. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID