HIBURAN

Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Islam di Istana, Bahas Isu Perdamaian dan Umat

228
×

Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Islam di Istana, Bahas Isu Perdamaian dan Umat

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Islam di Istana, Bahas Isu Perdamaian dan Umat

JAKARTA, ONtime.ID — Prabowo Subianto menggelar acara buka puasa bersama para tokoh agama Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah ulama, penceramah, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam dalam suasana Ramadan yang berlangsung khidmat.

Salah satu penceramah yang hadir adalah Dedeh Rosidah. Daiyah yang dikenal luas dengan sapaan Mamah Dedeh itu tiba di kompleks Istana beberapa saat setelah waktu berbuka puasa. Ia terlihat menggunakan kursi roda yang didorong oleh pendampingnya dan langsung memasuki area acara tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Selain Mamah Dedeh, penceramah lain yang hadir adalah Subki Al Bughury yang lebih dikenal publik sebagai Ustaz Subki. Ia datang bersama rombongan ulama lain untuk memenuhi undangan Presiden.

[irp posts=”34447″ ]

Subki mengatakan kehadirannya terutama untuk mengikuti agenda buka puasa bersama. Namun ia tidak menutup kemungkinan adanya diskusi dengan Presiden mengenai sejumlah isu global yang tengah berkembang.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel yang dikhawatirkan berdampak pada perjalanan ibadah umat Islam, khususnya jemaah umrah.

“Saya berharap perdamaian segera tercapai supaya jemaah kita yang tertahan bisa kembali pulang dan yang dari Indonesia bisa tetap berangkat,” ujarnya.

Sementara itu, pendakwah terkenal Abdul Somad yang juga diundang dalam acara tersebut tidak dapat hadir. Melalui keterangan di akun media sosial resminya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalankan safari dakwah di Brunei Darussalam.

[irp posts=”34444″ ]

Acara buka puasa itu juga dihadiri sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam nasional. Di antaranya Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Iskandar. Puluhan tokoh masyarakat dan undangan lainnya juga tampak berdatangan ke Istana sejak sore hari.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, mengatakan Presiden kemungkinan memanfaatkan momentum buka puasa bersama tersebut untuk berdialog dengan para tokoh ormas Islam.

Menurut Muzani, salah satu topik yang berpotensi dibahas adalah posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian internasional atau Board of Peace.

Ia menegaskan bahwa Presiden membuka ruang seluas-luasnya bagi para tokoh masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan masukan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi bangsa.

“Presiden ingin mendengarkan pandangan para pemimpin masyarakat, sekaligus menyampaikan perspektif beliau terhadap persoalan tersebut,” kata Muzani.

[irp posts=”34441″ ]

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah mengundang sejumlah pimpinan organisasi Islam ke Istana pada awal Februari 2026. Pertemuan itu membahas langkah Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian serta implikasinya terhadap dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Momentum Ramadan kali ini kembali dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat komunikasi dengan para pemimpin umat, sekaligus menyerap pandangan mereka terkait berbagai isu nasional maupun internasional yang berdampak bagi masyarakat Indonesia. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID