Kab. Pasaman

Program RTLH Pasaman Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Kurang Mampu

128
×

Program RTLH Pasaman Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Kurang Mampu

Sebarkan artikel ini
RTLH
Program RTLH Pasaman Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Kurang Mampu

PASAMAN, ONtime.ID — Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghimpit masyarakat kecil, Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai menunjukkan langkah konkret melalui Program Bantuan Rumah Layak Huni yang menyasar warga miskin dan rentan miskin hingga ke pelosok nagari.

Program yang menjadi prioritas pemerintahan Bupati Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian itu tidak sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan martabat masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.

Senin (18/5/2026), Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) meski di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah.

Selama bertahun-tahun, banyak warga miskin di Pasaman terpaksa bertahan hidup di rumah berdinding lapuk, beratap bocor, bahkan nyaris roboh. Saat hujan turun, air masuk dari celah atap dan dinding rapuh menjadi ancaman yang setiap hari menghantui keluarga-keluarga kecil di daerah terpencil.

Kini, kondisi itu mulai berubah secara bertahap.

Data Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat, sejak program diluncurkan pada Mei 2025, sebanyak 741 unit rumah baru telah dibangun dan 203 unit rumah warga berhasil direnovasi. Sementara pada tahun 2026, pemerintah kembali melanjutkan pembangunan 20 unit rumah baru dan renovasi 53 unit rumah lainnya.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus mengurangi kawasan permukiman kumuh yang masih tersebar di sejumlah wilayah Pasaman.

“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat lahirnya harapan dan masa depan keluarga. Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil,” ujar Welly Suhery saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan di daerah terpencil beberapa waktu lalu.

Pemandangan haru pun tak terelakkan di sejumlah nagari penerima bantuan. Warga yang selama puluhan tahun hidup dalam ketakutan karena rumah nyaris ambruk kini mulai bisa merasakan hunian yang lebih aman dan manusiawi.

Bahkan, tidak sedikit penerima bantuan yang menangis ketika rumah mereka mulai direnovasi. Bagi masyarakat kecil, bantuan tersebut bukan hanya material bangunan, tetapi simbol bahwa negara dan pemerintah daerah masih hadir di tengah kesulitan rakyat.

“Selama puluhan tahun kami tinggal dalam ketakutan kalau rumah roboh. Sekarang kami merasa diperhatikan,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman, Hasrizal didampingi Ketua BAZNAS Pasaman, Asnil M, menjelaskan bahwa program Rumah Layak Huni merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman periode 2025–2030 yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut Hasrizal, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang memenuhi standar kelayakan sekaligus mendukung program strategis nasional di bidang perumahan dan pengentasan kemiskinan.

“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat miskin dan rentan miskin agar memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan, sekaligus mengurangi kawasan permukiman kumuh dan menekan angka kemiskinan,” jelasnya saat jumpa pers di Dinas Kominfo Pasaman, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang telah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4 serta masyarakat yang memiliki semangat swadaya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan program pro rakyat tetap menjadi prioritas utama. RTLH dinilai menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni hak untuk hidup layak dan aman.

Di balik rumah-rumah baru yang kini mulai berdiri di sudut-sudut kampung Pasaman, tersimpan kisah panjang tentang kemiskinan, perjuangan, dan harapan yang perlahan kembali tumbuh.

Pemerintah Kabupaten Pasaman ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus bertahan hidup di rumah nyaris roboh tanpa perhatian dan kepedulian negara. (Agus W)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID