Kab. Pasaman

Progul Pasaman Cerdas, Bupati Welly Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Pasaman Putus Kuliah karena Biaya

133
×

Progul Pasaman Cerdas, Bupati Welly Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Pasaman Putus Kuliah karena Biaya

Sebarkan artikel ini
Cerdas
Progul Pasaman Cerdas, Bupati Welly Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Pasaman Putus Kuliah karena Biaya

LUBUK SIKAPING, ONtime.ID — Komitmen Bupati Pasaman Welly Suhery dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan.

Salah satu program unggulan yang menjadi tumpuan adalah Pasaman Cerdas, sebuah kebijakan strategis yang diarahkan untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak Pasaman, tanpa terkecuali faktor ekonomi.

Bupati Welly menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada anak-anak Pasaman yang terpaksa berhenti sekolah atau putus kuliah hanya karena keterbatasan biaya. Menurutnya, pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan mencetak generasi yang mampu bersaing di tengah tantangan zaman.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Welly Suhery saat menyerahkan bantuan biaya pendidikan secara simbolis melalui Program Pasaman Cerdas yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Pasaman. Kegiatan ini berlangsung di Balairong Pusako Anak Nagari, Lubuk Sikaping, Jumat (23/1/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping Hendri Arifin, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Kehadiran unsur Forkopimda dan pimpinan OPD menegaskan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap keberlanjutan program pendidikan ini.

Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman, Asnil M, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahap penyaluran kali ini, bantuan pendidikan diberikan kepada 426 mahasiswa asal Kabupaten Pasaman. Besaran bantuan disesuaikan dengan lokasi perguruan tinggi masing-masing penerima.

“Mahasiswa yang kuliah di dalam Kabupaten Pasaman menerima bantuan sebesar Rp750 ribu, yang kuliah di luar kabupaten namun masih dalam Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp1 juta, dan yang menempuh pendidikan di luar Provinsi Sumatera Barat menerima Rp1,5 juta,” jelas Asnil.

Dalam arahannya, Bupati Welly menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Pasaman atas konsistensi dan komitmennya dalam mendukung program unggulan pemerintah daerah, khususnya di sektor pendidikan dan sosial. Ia menegaskan bahwa dana yang disalurkan merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pasaman.

“Program ini adalah terjemahan nilai-nilai keagamaan ke dalam kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan adik-adik mahasiswa, sehingga tidak ada lagi anak Pasaman yang putus kuliah karena alasan biaya,” ujar Bupati.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Welly juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar lebih giat dan menjaga integritas, sehingga kelak mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan BAZNAS agar terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar program Pasaman Cerdas benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan dengan memanggil mahasiswa satu per satu, kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para muzakki serta kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pasaman. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID