PADANG, ONtime.ID — Pemerintah Indonesia bersiap merealisasikan gagasan ambisius pembangunan World Naval Marine Park, sebuah taman bawah laut berskala internasional yang digadang-gadang menjadi yang pertama di dunia.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari simbolisasi yang telah dilakukan dalam ajang Komodo Exercise 2016, dan kini memasuki tahap implementasi nyata.
Lokasi taman bawah laut tersebut direncanakan berada di kawasan Pulau Tangah, dengan luas area mencapai sekitar 35 hektare. Keunikan proyek ini terletak pada keterlibatan 35 angkatan laut dari berbagai negara, yang masing-masing akan memperoleh area khusus untuk melakukan penanaman serta transplantasi terumbu karang.
Panitia penyelenggara menyatakan bahwa konsep kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi medium strategis untuk mempererat hubungan maritim antarnegara. Setiap partisipan akan berkontribusi langsung dalam upaya pemulihan ekosistem laut, yang selama ini menghadapi berbagai ancaman seperti perubahan iklim dan aktivitas manusia.
[irp posts=”35211″ ]
Program ini diharapkan menjadi simbol kuat komitmen global terhadap pelestarian laut, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Selain itu, taman bawah laut ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang bernilai tinggi, baik bagi peneliti maupun masyarakat umum.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari sejumlah pihak, termasuk Danantara, Jasindo, dan LKBN Antara yang bertindak sebagai sponsor utama. Keterlibatan berbagai sektor ini menunjukkan bahwa isu lingkungan laut kini menjadi perhatian lintas industri.
Peresmian World Naval Marine Park direncanakan akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri oleh 35 duta besar serta 35 kepala staf angkatan laut dari negara-negara yang terlibat.
[irp posts=”35169″ ]
Pada hari peresmian, seluruh perwakilan negara akan bersama-sama melakukan transplantasi terumbu karang sebagai simbol komitmen kolektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dunia.
Dengan konsep kolaboratif lintas negara yang belum pernah ada sebelumnya, World Naval Marine Park diproyeksikan menjadi ikon baru diplomasi maritim Indonesia sekaligus tonggak penting dalam upaya pelestarian laut secara global. (*)











