Wisata

Sajikan Iven Wisata yang Berdampak Ekonomi Masyarakat

352
×

Sajikan Iven Wisata yang Berdampak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Wisata
Pemerhati dan penggiat pariwisata adventure Sumatra Barat, Muhammad Zuhrizul

PADANG, ONTIME.ID— Sajian wisata yang dibalut dalam calendar of event yang telah menjadi program tahunan pemerintah daerah harus mampu memiliki daya tarik yang tinggi agar mampu bersaing dengan daerah lain dalam men­datangkan wisatawan. Sehingga mampu menggenjot perekonomian, terutama di lapisan masyarakat.

Pemerhati dan penggiat pariwisata adventure Sumatra Barat, Muhammad Zuhrizul meyakini Sumatra Barat dan segala potensi keindahan alam, daya tarik adat budaya dan kuliner yang dimilikinya berpeluang besar menjadi daerah tujuan utama pariwisata di wilayah barat Indonesia.

Guna mewujudkan mimpi dan cita-cita besar tersebut, Dinas Pariwisata Sumbar bersama Dinas Pariwisata Kabu­paten Kota, harus ma­m­pu me­n­cipta­kan ber­bagai event-event pariwisata yang ak­an menjadi daya tarik bagi wi­sa­ta­wan untuk ber­kun­jung ke Sumbar.

“Event yang dilaksanakan harus be­nar-benar berdampak terhadap ekonomi masyarakat maupun pelaku industri pariwisata yang ada di daerah,” ujarnya .

Zuhrizul menilai penyelenggaraan suatu event pariwisata, adalah suatu hal yang sangat penting bagi upaya  promosi potensi wisata yang ada di suatu  daerah. Namun demikian, kesuksesan penyelenggaraan suatu event pariwisata, tidak boleh hanya  diukur dengan ramainya jumlah masyarakat atau pengunjung yang datang.

“Suatu event  pariwisata, seharusnya  baru bisa dikatakan sukses apabila industri  hotel, restoran,  homestay maupun pelaku usaha wisata di daerah ikut bergeliat dan menikmati dampak ekonomi sektor pariwisata,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, Sumatra Barat, saat ini sangat membutuhkan  kehadiran event-event pariwisata minat khusus atau Sport Tourism skala besar yang bisa mendorong kedatangan wisatawan ke Sumatra Barat.

Sebab menurut dia, pada kenyataannya ada jutaan orang wisatawan minat khusus berbasis komunitas di seluruh dunia yang ‘Haus’ akan penyelenggaraan  event-event wisata minat khusus di Indonesia yang notabene indah dan sangat mempesona.

“Indonesia khususnya Sumbar berpeluang besar untuk menjadi daerah tujuan utama wisatawan minat khusus atau Sport Tourism,” jelasnya.

Selaku tokoh sekaligus  pegiat wisata Sumbar, lanjut Zuhrizul, dirinya dalam berbagai forum dan kesempatan bahkan selalu mengusulkan agar Sumbar menyelenggarakan event-event pariwi­sata minat khusus skala besar.

Adapun event-event tersebut, diantaranya adalah Harau International Climbing Festival, Minang Geopark Cycling melewati 5 danau di Sumbar selama 4 hari. West Sumatra Seven Summit, hingga Sumatra Barat World Rafting Cup.

“Kemudian saya juga mengusulkan di­selenggarakannya World Surfing League, Indigeneous People Festival  di Kabupaten Kepulauan Mentawai serta Jambore Geopark,” ungkapnya.

Zuhrizul  juga mendorong, di tahun 2024 ini, hendaknya Sumbar sudah memiliki beberapa event pariwisata yang bisa dijadikan sebagai Brand wisata utama

“Event Brand wisata utama itu seperti misalnya event lari Marathon Borobudur 10 K atau Bali Run 10 K. Sumbar butuh acara-acara besar skala internasional seperti ini.” pungkasnya. (vand)