Padang

Sistem One Way Diklaim Berhasil Tekan Kemacetan

238
×

Sistem One Way Diklaim Berhasil Tekan Kemacetan

Sebarkan artikel ini
one
Personel kepolisian mengatur lalu lintas selama pemberlakuan sistem One Way Lebaran 1444 H. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar resmi mengakhiri pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas satu arah atau One Way System pada jalur Bukittinggi-Padang dan sebaliknya Selasa (25/4) kemarin.

PADANG, ONTIME.ID — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar resmi mengakhiri pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas satu arah atau One Way System pada jalur Bukittinggi-Padang dan sebaliknya Selasa (25/4) kemarin. 

Rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan sejak H-3 hingga H+3 lebaran Idulfitri 1444 H tersebut diklaim terbukti berhasil mengurangi dan mengurai kemacetan musiman yang sering terjadi di ruas jalan Padang-Bukittinggi pada tahun-tahun sebelumnya.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijayanto, mengatakan, selama musim libur lebaran Idulfitri, arus lalu lintas dari Kota Padang menuju Bukittinggi dan sebaliknya, terpantau ramai lancar dan tidak mengalami kemacetan parah seperti yang pernah terjadi di musim lebaran tahun lalu.

Hal tersebut disebabkan karena kendaraan yang berasal dari Kota Padang menuju Kota Bukittinggi , langsung diarahkan menuju jalur alternatif yang telah disiapkan, yakninya via Padang Lua-Malalak hingga tembus di Simpang Tigo Mambang sejak pukul 10.00 WIB.

Sementara arus kendaraan yang berasal dari Kota Bukittinggi menuju Kota Padang, sistem satu arah mulai diberlakukan sejak pukul 12. 00 WIB dengan rute Sicincin-Padang Lua. Alhasil, kemacetan yang kerap terjadi lantaran bersisiannya kendaraan di ruas jalan yang terbilang sempit, dapat dihindari.

Ia menyebut, selama musim libur lebaran Idulfitri 1444 H kemarin, volume kendaraan yang memasuki wilayah Sumbar, melonjak signifikan dibandingkan hari biasa.

“Selama musim libur lebaran Idulfitri, jumlah kendaraan dari luar provinsi yang masuk ke Sumbar diperkirakan mencapai 60 ribu unit. Lonjakan volume terbilang signifikan dibandingkan dengan hari biasa,” ujarnya kepada ONTIME.ID Selasa (25/4).

Kombes Hilman mengklaim,  pemberlakuan sistem One Way System, terbilang berhasil dan terbukti ampuh dalam mengurangi kemacetan musiman yang sering terjadi di banyak ruas jalan saat memasuki musim mudik lebaran.

“Jika pada lebaran tahun sebelumnya kemacetan parah sempat terjadi hingga 10 jam, alhamdulillah dengan diberlakukannya sistem One Way pada tahun ini, sejauh ini kemacetan parah semacam itu tidak lagi terjadi,” jelasnya.

Kendati demikian, di luar jam operasional pemberlakuan sistem One Way, kata Hilman, simpul kemacetan masih kerap terbentuk di titik tertentu. Seperti misalnya di simpang Padang Lua, Kayu Tanam dan Sicincin. “Pada sejumlah lokasi rawan macet itu, dilakukan penempatan dan ploting personel kepolisian untuk mengatur lalu lintas,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar, Dedy Diantolani menyebutkan, hingga Minggu (23/4), jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Sumbar mencapai 40 ribu kendaraan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau untuk jumlah pemudik yang pulang ke Sumbar selama Idulfitri 1444 Hijriah, kami belum punya angkanya. Tetapi yang jelas, jumlahnya diprediksi meningkat empat kali lipat dari tahun sebelumnya,” katanya saat dihubungi ONTIME.ID, Selasa (25/4).

Dengan banyaknya jumlah pemudik dan kendaraan yang masuk ke Sumbar selama momen Lebaran, masalah klasik seperti kemacetan tentunya tidak dapat dihindari. Biarpun begitu, Dishub Sumbar bekerja sama dengan Polda Sumbar dan pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan sejumlah langka antisipasi.

Salah satunya penerapan sistem satu arah (one way) jalur Sicincin-Bukittinggi pada H-3 hingga H+3 Idulfitri 1444 Hijriah. Melalui sistem ini, kendaraan dari Bukittinggi menuju Padang dialihkan ke jalur Malalak agar tidak bertabrakan dengan kendaraan dari bawah (Sicincin-Bukittinggi).

“Pemberlakuannya dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB untuk kendaraan yang datang dari Padang. Kalau untuk yang dari Bukittinggi, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB sudah kami alihkan ke jalur Malalak,” katanya.

Dedy menyebut, sistem ini telah efektif mengurai kemacetan panjang yang kerap melanda jalur ini. Memang, kemacetan masih terjadi, namun menurutnya tidak separah tahun sebelumnya.

“Kalau pada Lebaran tahun lalu, dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya itu bisa sampai 8 jam. Tapi kalau Lebaran tahun ini, waktu tempuh dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya sudah di bawah 5 jam. Padahal jumlah kendaraan yang melewati jalur ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Di samping sistem one way, pihaknya bekerja sama dengan Ditlantas Polda Sumbar juga memberlakukan sistem buka tutup di jalur Singkarak, yang juga kerap dilanda kemacetan. Dalam hal ini, pihaknya mengalihkan kendaraan yang datang dari Solok menuju Padang Panjang untuk melewati jalur Paninggahan. Sedangkan kendaraan yang datang dari Padang Panjang dan Batusangkar menuju Solok melewati jalur utama Ombilin.

“Kemacetan kalau dihilangkan sepenuhnya tentu tidak mungkin. Bagaimapun jumlah kendaraan yang masuk ke Sumbar tidak sebanding dengan luas jalan yang ada. Artinya, jalan pun kan tidak ada penambahan. Tapi alhamdulillah, melalui rekayasa lalu lintas yang kami terapkan bersama Ditlantas Polda Sumbar, tingkat kemacetan berhasil ditekan. Apakah sudah efektif atau belum, itu mungkin bisa diperdebatkan. Tapi yang jelas, semuanya berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan,” katanya.

Selain itu, tahun ini Pemprov Sumbar sendiri juga mendirikan sembilan posko pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi yang diketahui rawan macet. Kesembilan posko itu masing-masing berlokasi di Kasang, Padang Pariaman; Kotobaru, Padang Panjang; Simpang Padang Lua, Agam; Simpang Malalak-Maninjau, Agam; Simpang Koto Mambang, Padang Pariaman; Bungus Teluk Kabung, Padang; Sarilamak, Limapuluh Kota; Pasar Ombilin, Sawahlunto; dan Pasar Sumani, Solok.

“Setidaknya ada sekitar 330 personel gabungan, yang terdiri dari Dishub Sumbar, dishub kabupaten/kota setempat, kepolisian, dan dinas kesehatan, yang diturunkan untuk mengamankan lalu lintas di sembilan posko tadi,” ucapnya.

Lebih jauh, Dedy mengatakan, puncak arus balik akan terjadi pada Kamis (27/4). Kendati demikian, kepadatan arus balik sudah mulai terlihat sejak Selasa (24/4), lebih-lebih bagi pemudik yang berangkat lewat jalur udara.

“Nah, untuk jalur darat, kami sudah wanti-wanti PO Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), seperti ANS dan NPM untuk tidak berangkatnya tidak barengan agar tidak terjadi penumpukan arus balik. Jadi ada yang hari ini (kemarin, red) sudah berangkat, ada yang baru besok (hari ini, red). Tapi, puncaknya kemungkinan lusa (Kamis, red),” tutur Dedy.

Sebelumnya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, telah memprediksi bahwa puncak arus mudik maupun arus balik di Sumbar, akan terjadi pada H-3 serta H+3 Idul Fitri.

Menjelang dimulai dan berakhirnya cuti bersama pada tahun ini, volume kendaraan yang akan berseliweran di jalanan Sumbar, diperkirakan meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan musim lebaran tahun sebelumnya.

“Kita akan mengerahkan 2. 061 aparat kepolisian jajaran Polda Sumbar yang akan mengamankan objek vital, arus lalu lintas, tempat wisata maupun pusat kuliner,” ujar Kapolda usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2023 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Kota Padang Senin (17/4) lalu.

Ketika itu, Irjen Suharyono meyakini bahwa Sistem One Way yang telah diujicobakan Sabtu (8/4) itu, akan menjadi solusi kemacetan musiman selalu menjadi momok bagi para perantau maupun pengunjung yang hendak pulang kampung ataupun berkunjung ke Sumbar pada saat musim libur lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, menambahkan, operasi pengamanan Idulfitri 1444 H bersandi Ketupat Singgalang 2023 itu, melibatkan 2.264 orang personel pengamanan lintas instansi.

“Bersama-sama dengan aparat kepolisian, mereka disebar di tujuh objek pengamanan, yakninya di 18 terminal, 17 Stasiun KA, 8 pelabuhan, 111 pusat perbelanjaan, 3 bandara dan 126 destinasi wisata,” ungkapnya.

Ia menyebut, Polres sejajaran Polda Sumbar, juga mendirikan tiga jenis pos pengamanan di wilayah hukum masing-masing untuk memastikan kenyamanan para pemudik selama berada di Sumbar. Ketiga pos tersebut adalah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu.

“Pos Pam didirikan di 54 lokasi, pos pelayanan 31 lokasi, dan pos terpadu di 4 lokasi. Total seluruhnya berjumlah 89 pos. Semuanya bisa diakses oleh para pemudik, pengunjung maupun perantau,” ungkapnya.

Dwi juga menerangkan, Polda Sumbar juga telah menetapkan titik-titik yang menjadi prioritas pengamanan, titik tersebut diantaranya adalah jalur rawan macet, tempat rawan kepadatan, hingga kawasan rawan bencana alam.

“Berdasarkan pemetaan, 73 lokasi teridentifikasi rawan kecelakaan, 72 lokasi rawan pelanggaran, 62 lokasi rawan macet, 100 lokasi rawan longsor dan 40 lokasi rawan banjir. Di seluruh titik telah disiagakan petugas,” tegasnya. (vand)