SUNGAI RUMBAI, ONtime.ID — SMA Negeri 1 Sungai Rumbai menggelar kegiatan parenting bagi orang tua siswa kelas X dan XI pada Selasa (5/5), sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi perkembangan peserta didik di tengah arus digitalisasi yang kian pesat.
Mengangkat tema “Collaborative Parenting: Menyelaraskan Peran Orang Tua dalam Melejitkan Potensi Siswa di Era Digital”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Jonika Amdodi, S.Fil., M.HI., yang dikenal aktif dalam edukasi pengasuhan berbasis nilai dan pembinaan karakter generasi muda.
Dalam pemaparannya, Jonika menegaskan bahwa pola asuh konvensional tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan zaman. Orang tua, kata dia, dituntut bertransformasi dari sekadar pengawas menjadi mitra komunikasi yang aktif bagi anak.
“Peran orang tua hari ini harus adaptif. Mereka tidak cukup hanya mengontrol, tetapi perlu membangun dialog yang sehat agar anak mampu memaksimalkan potensinya tanpa terjebak dampak negatif teknologi,” ujarnya di hadapan peserta.
[irp posts=”35876″ ]
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam keluarga. Menurutnya, kemampuan memilah informasi, membangun nilai moral, serta menjaga komunikasi terbuka menjadi benteng utama bagi siswa dalam menghadapi derasnya arus informasi.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sungai Rumbai menegaskan bahwa kegiatan parenting merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyelaraskan visi pendidikan antara guru dan orang tua.
“Keberhasilan pendidikan tidak berdiri sendiri di sekolah. Peran orang tua di rumah sangat menentukan. Karena itu, sinergi yang kuat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan prestasi siswa,” katanya.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif. Para orang tua secara terbuka berbagi pengalaman, termasuk tantangan dalam mengawasi penggunaan gawai hingga menjaga komunikasi dengan anak remaja. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan akan ruang dialog semacam ini.
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan perspektif baru, terutama terkait pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan kondisi anak di era digital.
[irp posts=”35872″ ]
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terbangun kesamaan persepsi antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendampingi siswa, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga pembentukan karakter. Upaya kolaboratif ini dinilai krusial agar generasi muda mampu beradaptasi sekaligus berprestasi di tengah perubahan zaman yang cepat. (*)













