Kab. Padang Pariaman

Suhatri Bur Dinilai Berhasil Turunkan Angka Stunting

307
×

Suhatri Bur Dinilai Berhasil Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Suhatri
Bupati Suhatri Bur menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional.

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID- Selama tiga tahun Kepemimpinan Suhatri Bur dan Rahmang (2021-2023,) berhasil  konsisten dalam menurunkan angka prevalensi  stunting di Padang Pariaman. 

 

Prevalensi kasus  stunting di Padang Pariaman berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencapai 19,4 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sangat tajam sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun 2022.

 

Demikian dikatakan Suhatri Bur dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan  stunting (TPPS) Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024, di Hall IKK kawasan Parit Malintang, beberapa waktu lalu.

 

“Tahun 2021 awal Saya dan Pak Rahmang dilantik,  stunting Padang Pariaman 28,3 persen. Kemudian tahun 2022 turun 25 persen. Allhamdulillah berkat kerja keras tahun 2023 turun lagi menjadi 19,4 persen,” katanya.

 

 

Penurunan ini juga menempatkan Padang Pariaman sebagai salah satu dari 4 daerah dengan penurunan  stunting terbaik di Provinsi Sumatera Barat.

 

“Pencapaian ini patut kita syukuri, namun bukan berarti kita boleh berpuas diri. Kita harus terus bekerja keras untuk menurunkan angka  stunting hingga mencapai target nasional yaitu 14 persen pada tahun 2024,” ujar Suhatri Bur.

 

Lebih lanjut Bupati Suhatri Bur menyebutkan, Padang Pariaman merupakan 1 dari 5 kabupaten/kota di Sumatera Barat yang secara konsisten mengalami penurunan kasus  stunting selama 3 tahun terakhir.

 

Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja keras Pemkab Padang Pariaman dalam memerangi  stunting.

 

Penajaman strategi Intervensi dari hulu sangat perlu dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan peran tim pendamping keluarga yang sudah dibentuk dengan memberikan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan/ ibu menyusui dan keluarga yang mempunyai anak 0-5 tahun.

 

Suhatri Bur juga dikenal gigih menggaet Bantuan Dana dari Pusat ini, salah satunya pada bulan Februari lalu berhasil mendapatkan bantuan dari BKKBN Pusat berupa Dana DAK Non Fisik Bidang Keluarga Berencana Rp6.112.403.000, yang digunakan untuk program penurunan  stunting di Padang Pariaman.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang yang juga merupakan Ketua TPPS Padang Pariaman mengapresiasi petugas atas keberhasilan TPPS dalam menurunkan angka  stunting.

 

Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini, sekaligus menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Satgas  stunting Padang Pariaman.

 

“Terima kasih kepada semua tim konvergensi  stunting dari tingkat kabupaten hingga nagari yang telah bekerja keras untuk mencapai angka tersebut,” ujar Rahmang.

 

Kepala Dinas PPKB Padang Pariaman Elfi Delita menyebut optimis bahwa dengan kerja keras dan kerjasama semua pihak penurunan angka  stunting dapat dicapai. (vand)