Kab. Padang Pariaman

Tak Ada Pesta di Usia 193 Tahun, Padang Pariaman Pilih Khidmat dan Empati untuk Korban Banjir

207
×

Tak Ada Pesta di Usia 193 Tahun, Padang Pariaman Pilih Khidmat dan Empati untuk Korban Banjir

Sebarkan artikel ini
Pariaman
Tak Ada Pesta di Usia 193 Tahun, Padang Pariaman Pilih Khidmat dan Empati untuk Korban Banjir

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperingati Hari Jadi ke-193 dengan cara berbeda. Tanpa pesta rakyat, tanpa hiburan, dan tanpa kemeriahan.

Kesederhanaan dipilih sebagai sikap resmi pemerintah daerah untuk menunjukkan empati kepada masyarakat yang hingga kini masih berjibaku dengan dampak banjir di sejumlah wilayah.

Peringatan hari bersejarah berdirinya Kabupaten Padang Pariaman itu dipusatkan pada agenda pemerintahan dan kegiatan sosial. Puncaknya akan digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada 11 Januari 2026 di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parik Malintang.

Selain rapat paripurna, pemerintah daerah juga menyiapkan rangkaian aksi sosial. Di hari puncak, akan digelar bakti sosial berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pameran produk UMKM di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman. Bantuan bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana juga akan disalurkan sebagai bentuk dukungan pemulihan ekonomi masyarakat.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 sejatinya telah dimulai sejak awal Januari dengan menitikberatkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Pada Sabtu, 2 Januari 2026, Pemkab Padang Pariaman melaksanakan bakti sosial dan gotong royong di SDN 17 Batang Anai, salah satu sekolah yang terdampak banjir. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan yang ikut terdampak bencana.

Semangat gotong royong berlanjut pada Rabu, 7 Januari 2026, melalui kegiatan bersih-bersih bersama di kawasan IKK Parik Malintang. Seluruh perangkat daerah terlibat langsung, menegaskan komitmen pemerintah untuk bangkit bersama masyarakat pascabencana.

Tak hanya ikhtiar lahir, pemerintah daerah juga menggelar ikhtiar batin. Pada Jumat, 9 Januari 2026, akan dilaksanakan tabligh akbar dan istighosah bersama di Masjid Raya IKK Parik Malintang. Doa bersama ini ditujukan agar musibah segera berlalu, masyarakat diberikan keselamatan, serta Padang Pariaman dapat bangkit lebih kuat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, didampingi Ketua Panitia Zahirman, menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan tahun ini sengaja dirancang tanpa seremoni dan hiburan. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri gotong royong bersama di kompleks Kantor Bupati Padang Pariaman, Rabu (7/1/2026).

“Peringatan Hari Jadi tahun ini kita laksanakan dengan penuh khidmat, tanpa kegiatan seremonial dan hiburan. Ini adalah wujud empati pemerintah terhadap masyarakat yang masih dalam suasana duka pascabencana, sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat bangkit,” ujarnya.

Hari Jadi ke-193 Kabupaten Padang Pariaman mengusung tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh.” Tema ini mencerminkan tekad kolektif pemerintah dan masyarakat untuk tidak larut dalam keterpurukan, sekaligus bergerak cepat memulihkan kondisi daerah dari dampak bencana, keterbatasan infrastruktur, serta tantangan sosial ekonomi.

Makna “Bangkit Lebih Cepat” menekankan respons cepat dan kerja nyata dalam pemulihan, mulai dari pelayanan publik hingga penggerakan kembali roda ekonomi masyarakat. Sementara “Menuju Padang Pariaman Tangguh” menggambarkan cita-cita membangun daerah yang kuat, adaptif, dan memiliki daya tahan tinggi menghadapi risiko, terutama bencana alam.

Dengan mengedepankan kepedulian, gotong royong, dan doa, peringatan Hari Jadi ke-193 ini diharapkan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan tekad bersama untuk membangun Padang Pariaman yang lebih tangguh di masa depan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID